Palembang, Sumselupdate.com – SPBU 24.301.05 yang berada di Jalan MP Mangkunegara mendadak heboh. Usai mengisi premium sebanyak sekitar 16 liter, sepeda motor Suzuki Thunder dengan nomor polisi BG 4329 RK terbakar di areal yang saat itu sedang ramai warga mengisi BBM.
Api sempat membumbung tinggi, beruntung sekitar 15 menit api berkobar, petugas SPBU berhasil memadam api menggunakan empat tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang tersedia, Senin (30/10/2017).
Sepeda motor yang hangus terbakar itu ialah milik dari Hapni Hardi (37), warga Komplek Azhar, Kelurahan Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa. Saat itu ia tak sendiri. Hapni bersama adiknya Miko (23), mereka berencana mengisi full tangki motornya untuk dijual kembali secara eceran.
“Yang mengantri itu adik saya. Saya menunggu duduk. Tadi isi Rp102 ribu, sekitar 16 liter lah. Memang rencananya mau dijual lagi di bengkel,” kata Hapni saat dibincangi di Mapolsekta Sako.
Hapni menceritakan, peristiwa tersebut bermula ketika adiknya Miko usai mengantri mengisi BBM berjenis premium. Usai mengisi penuh, Miko lantas berniat menghidupkan motornya dengan cara di engkol.
Diduga karena bahan bakar yang diisi terlalu penuh, saat hendak mengekol motor tersebut, BBM yang ada di dalam tangki mengalir dan menetes ke busi. Hal itulah yang diduga sebagai penyebab terbakarnya motor tersebut. “Saat itu keluar percikan api, Miko langsung narik motor untuk dipinggirkan. Lalu api langsung membesar dan membakar habis motor saya,” keluhnya.
Hapni mengaku, tak menyangka jika motornya tersebut akan meledak. Pasalnya, ia memang menggunakan motor rakitan tahun 2006 tersebut untuk bolak-balik mengisi BBM. “Biasanya tidak pernah ada kendala, saya kaget juga bisa terbakar,” ungkapnya.
Sementara Pengawas SPBU 24.301.05, Bastaryono mengatakan, saat melihat api dari motor tersebut, ia sempat menenangkan masyarakat yang sedang mengantri BBM agar tidak panik. Lalu, menggunakan APAR yang tersedia, ia berusaha memadamkan api.
“Habis empat APAR tadi. Tadi ramai antrian BBM disini, sampai ke jalan. Memang sempat paniklah ya, siapa yang tidak panik melihat api di areal SPBU seperti ini,” terangnya.
Bastaryono mengatakan, ia bisa mengatasi kejadian tersebut karena ia tahu, ketika terjadi kebakaran di areal SPBU, maka dispenser atau tempat pengisian BBM akan down, sehingga aman meskiun ada api. “Otomatis langsung turun pompanya tersebut, jadi aman,” katanya.
Akibat kejadian itu menurut Bastaryono tak terjadi korban jiwa. Hanya lengan kirinya saja yang sedikit mengalami luka bakar terkena jilatan si jago merah. Tak hanya itu, aktifitas di SPBU tersebutpun harus dihentikan sementara, sampai menunggu APAR diisi ulang kembali.
“Tutup dulu. Kalau APAR sudah diisi lagi, baru kita buka kembali beroperasi, ini untuk berjaga-jaga juga,” terang warga Talang Keramat ini.
Disinggung mengenai dugaan, premium di motor yang terbakar tersebut rencananya akan dijual secara eceran. Bastaryono mengaku, tak mengetahui hal tersebut, dan menurutnya, ia hanya bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Saya tidak tahu ya kalau itu. Setahu saya, motor itu habis ngisi BBM, terbakar. Begitu saja sih,” jelasnya.
Sedangkan Kanit Reskrim Polsek Sako Iptu Yahya Roni mengatakan, usai mendapat laporan, anggotanya langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Menurutnya, sepeda motor yang terbakar saat ini sudah diamankan di Mapolsekta Sako. “Pengendara juga sudah kita minta keterangan,” tegasnya. (tra)











