Baturaja, Sumselupdate.com – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kurang melibatkan setiap tokoh berpengaruh untuk mengantisipasi kerusakan lingkungan yang ada di wilayah berjuluk Sebimbing Sekundang.
Hal itu diungkapkan ketua Kelompom Informasi Masyarakat (KIM) OKU, saat menggelar seminar lingkungan hidup, pada, Kamis (27/10/2017) di Aula Hotel BIL Baturaja.
“Ancaman kerusakan lingkungan yang ada di depan mata sudah sangat terlihat pemerintah harus mengedepankan komunikasi terhadap tokoh berpengaruh,” ucap Ketua KIM OKU Hendra A Setyawan, sesaat setelah seminar tersebut.
Mengapa demikian kata Hendra, merujuk pada isu sara yang sering terjadi akhir-akhir ini di Indonesia salah satunya disebabkan kurang adanya komunikasi yang baik antar tokoh seperti tokoh agama tokoh masyarakat tokoh adat. Keterkaitan isu sara terhadap kerusakan lingkungan sangat erat.
Semisal dicontohkan Hendra, untuk mengajak masyarakat dalam suatu desa harus melibatkan tokoh yang dipandang di daerah itu untuk menginformasikan dan mengajak untuk tidak merusak lingkungan.
Hal itu dari kaca mata pihaknya kurang begitu dilakukan sehingga banyak terjadi masyarakat yang merusak lingkungan membuang sampah sembarangan dan lainnya.
“Sesuai dengan tema yang diambil pada seminar ini merawat lingkungan hidup merajut kebangsaan mempertegas kebijaksanaan. Peran tokoh agama dan lain-;ain sangat kuat,” terangnya.
Selain itu juga mengantisipasi kerusakan lingkungan juga, pemilik modal harus terbuka terhadap masyarakat di sekitar. Misalkan adanya isu tenaga kerja Tiongkok harus diinformasikan selanjutnya tokoh masyarakat harus dilibatkan amdalnya.
“Ini sudah terjadi di OKU banyak perusahaan tutup tak mau investasi. Apa sebabnya itu tadi masyarakat merasa mereka dilarang merusak lingkungan sementara dinilai mereka perusahaan dalam tanda kutip seenaknya merusak,” ucapnya.
Seminar ini juga diisi oleh ketua KIM Provinsi Sumsel prof Dr Hj Isnawijayani MSi, Akademisi Dr munajat MSi, perwakilan Kepala dinas kehutanan provinsi Sumsel, serta kepala Dinas Lingkungan Hidup OKU. (wid)











