Muarabeliti, Sumselupdate.com – Tiga unit bus pelajar bantuan hibah Corporate Social Responsibility (CSR) pihak perusahaan kepada Pemkab Mura tahun depan sudah akan beroperasi.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Mura Adi Winata menjelaskan adanya bus sekolah tersebut untuk menjawab kebutuhan transportasi bagi warga masyarakat. Terkhusus dalam memberikan kemudahan bagi seluruh siswa ke sekolah.
Pemerintah bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, telah membangun kerja sama pihak perusahaan swasta, salah satunya melalui program CSR. Hasilnya baru ada tiga perusahaan swasta menyalurkan bantuan, masing-masing satu unit bus sekolah.
“Sudah sejak awal bulan, berangsur suda ada sekitar tiga unit kendaraan bus pelajar telah kita pemda menerima. Bus sendiri ada sebanyak tiga unit semuanya berasal dari bantuan hibah CSR. Kemungkinan, paling tidak untuk ketiga unit bus pelajar segera diluncurkan tahun 2018 mendatang,” terangnya.
Mantan Camat Muara Lakitan ini menyebutkan, bahwa dari semua menyangkut mekanisme pengelolaan bantuan bus pelajar. Tidaklah menjadi kewenangan Dishub. Melainkan, kesemuanya karena menyangkut aset teknisnya sementara kembali ke dinas perizinan. Bersama untuk selanjutnya masih dalam pembahasan lebih lanjut.
“Perusahaan mana memberikan hibah bus pelajar, ada tiga perusahaan, pertama PT Juada bergerak bidang perkebunan sawit, kemudian PT AKL. Nah, untuk satunya lagi ada dari perusahaan sawit tapi saya kurang ingat betul,” jelasnya.
Dia menambahkan bahwa tugasnya hanya mengepul bantuan bus pelajar. Selanjutnya, telah diterima untuk sementara waktu bus dititipkan kantor bupati.
Masih katanya bahwa dalam pembahasan telah dilakukan beberapa waktu lalu. Untuk nantinya, rencana pengelolaan bus pelajar sendiri akan diserahkan bagian umum Pemkab Mura.
“Walaupun kini masih dalam pembahasan. Tapi, kemungkinan besar rencana untuk ke semua pengelolaan, urusan operasional bus pelajar bantuan hibah CSR, nantinya menjadi tanggung jawab pemda melalui bagian umum,” tandasnya.
Sedangkan menyangkut penyediaan moda transportasi warga masyarakat menjadi urusan Dishub. Dimana, sebagai program kedepan pihaknya juga tengah menunggu hasil segera memberlakukan pengadaan bus masuk desa kerja sama dengan pihak Damri.
“Untuk bus pelajar tujuan utama membantu mempermudah pelajar ke sekolah dan agar pelajar dilarang membawa kendaraan ke sekolah. Untuk targetnya bus pelajar minimal setiap kecamatan satu unit kesemuanya nanti harus bisa menyisir ke seluruh wilayah pedesaan. Jadi tidak ada lagi pelajar berjalan kaki untuk terhambat hadir ke sekolah,” pungkasnya. (ain)











