Baturaja, Sumselupdate.com – Direktur RSUD Ibnu Sutowo Baturaja, dr Rinna Dyana membantah jika pihaknya anti kritikan. Disebutkannya, jika apa yang disampaikan oknum anggota dewan itu di media sosial Facebook bukan mengkritik melainkan lebih memprovokasi.
“Kami tidak anti kritik, bahasanya itu (di Sosmed-red) memprovokasi. Seharusnya dewan berterima kasih kami yang menjalankan janji politik mereka,” kata dr Rinna ditanya wartawan sesaat setelah aksi di kantor DPRD OKU, Jumat (29/9/2017).
Dirinya mengatakan, apa yang diposting anggota dewan Mulawarman di Facebook beserta gambar suasana saat itu memang benar adanya. Pihaknya, ucap dia, tidak bisa menolak pasien yang akan berobat apalagi RSUD ini milik pemerintah.
“Yang kami lakukan sesuai tupoksi kami sebagai rumah sakit pemerintah. Kami tidak boleh menolak pasien, sementara pasien terus berdatangan, namun kondisi rumah sakit bisa dilihat sendiri,” terangnya.
Tetapi yang bersangkutan justru merugikan rumah sakit. Adanya peryataan itulah yang melukai staf kami.
Harusnya kata dia, kami ini didukung, jangan dicari kesalahan.
“Misalkan masalah anggaran, itulah yang melukai staf saya, kami meminta bicara secara benar,” katanya.
Sementara itu, pengamat sosial Akmaluddin SIP, MIP, yang juga sebagai wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Polisi (FISIP) Unbara menyayangkan adanya demo yang dilakukan oleh pihak RSUD terkait kicauan anggota DPRD OKU Mulawarman beberapa waktu lalu.
Kata Dosen Ilmu Pemerintahan ini, sudah menjadi hak seorang anggota DPRD memberikan masukan dan kritik di salah satu pemerintahan. Alangkah lebih baik lagi jika pihak RSUD menanggapi hal tersebut dengan profesional
“Jika memang benar silakan perbaiki. Namanya juga kritik, nah kalau memang kritik tersebut tidak benar maka diberikan tanggapan dengan profesional. Jika mereka demo, dampaknya kepada pelayanan rumah sakit akan berdampak lebih serius lagi,” kata Akmal, Jumat.
Akmal juga mengatakan pihak RSUD lebih menunjukkan sikap yang tidak mau dikritik, padahal sejatinya suatu ketika itu menunjukkan kepedulian seseorang, terlebih lagi anggota DPRD, yang artinya ada kepedulian terjadi di sana.
“Jadi tidak ada alasan bagi pihak RSUD untuk menunjukan reaksi yang berlebihan, tanggapi secara profesional masyarakat akan lebih menilai secara positif nantinya,” terang Akmal.
Akmal juga mengatakan jika pihak di bagian pengawasan seharusnya jangan membuat kegaduhan, alangkah lebih baiknya panggil pimpinan RSUD dan bicarakan dengan baik, “Jelaskan inti permasalahannya dan cari solusi atau jalan keluarnya. Kalau seperti ini dapat membuat kegaduhan di pihak rumah sakit, saya rasa semua akan berjalan seperti biasa,” pungkas Akmal.
Sementara itu Sekretaris Partai Nasdem partai Rakhmat Saleh yang menaungi Mulawarman mengatakan jika sah-sah saja kalau anggota DPRD mau mengkritik, namun ada tempat yang lebih baik. Silakan panggil pihak RSUD jangan buat statemen di mediasi sosial.
Ale, sapaaan akrabnya, juga meminta maaf kepada pihak RSUD selaku perwakilan dari Partai Nasdem atas tindakan kader partainya dan akan memberikan teguran kepada Mulawarman, “Kami Partai Nasdem meminta maaf kepada pihak RSUD atas tindakan yang dilakukan kader partai kami,” pungkasnya. (Wid)











