Muratara, Sumselupdate.com – Pasca demo yang dilakukan masyarakat Lawang Agung dan Kelurahan Rupit, Kantor Bupati Muratara tampak sepi. Ini disebabkan banyak pegawai, baik itu Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Tenaga Kerja Sukarela (TKS) tidak ngantor alias bolos kerja, Selasa (26/9/2017).
Pantauan di lapangan menyebutkan, setiap kantor dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara hanya ada beberapa pegawai yang datang. Informasi yang didapat tidak datangnya pegawai tersebut karena masih trauma akibat demo tersebut.
Andri (45) warga yang berkunjung ke Kantor Bupati merasa kaget melihat kondisi perkantoran dilingkungan Pemkab Muratara yang sepi dan bahkan hanya beberapa pegawai saja yang datang ke kantor.
“Saya kaget sekali melihat kondisi perkantoran Pemkab Muratara sepi seperti ini dan seperti hari libur dan bukan hari kerja,” katanya.
Menurutnya tidak beralasan bagi pegawai tidak masuk kantor pada hari kerja, sebab mereka itu digaji oleh negara untuk bekerja dalam melayani masyarakat. “Dengan kondisi seperti ini, tentunya sangat disayangkan sepi dan tidak seperti Kantor Bupati malah seperti kantor desa saja,” cerutuknya.
Apalagi, lanjutnya Bupati Muratara lagi Dinas Luar (DL) dan malah dimanfaatkan oleh pegawai tidak ngantor alias bolos. “Kalau begini tentunya terlihat pegawai itu masuk apabila Bupati ngator dan pegawai banyak yang ngantor juga,” ucapnya.
Sementara itu seorang pegawai, Maya (28) mengatakan kami tidak masuk kerja dikarenakan masih trauma akibat adanya aksi demo kemarin. Sebab para pendemo masuk ke dalam ruang dan tentunya membuat kami takut.
“Kami masih takut untuk masuk kerja dan trauma akibat kejadian kemarin, apalagi mendapat informasi hari ini (kemarin, red) akan ada demo lagi, makanya kami tidak ngantor,” pungkasnya. (ain)











