Hasil Kajian Candi Bumi Ayu di PALI Satu-satunya di Dunia yang Miliki Tiga Aliran Agama

Minggu, 24 September 2017
Salah satu tim kajian delineasi memaparkan tentang kawasan percandian Bumi Ayu.

PALI, Sumselupdate.com Candi Bumi Ayu yang terletak di Desa Bumi Ayu, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), ternyata memiliki berbagai keunggulan.

Warisan budaya yang diperkirakan dari abad ke-8 menjadi satu-satunya kawasan percandian di Indonesia yang memiliki tiga aliran dalam satu tempat percandian.

Read More

Tiga aliran tersebut antara lain aliran agama Hindu, aliran agama Budha serta aliran Tantrayana, sebuah aliran perpaduan antara agama Hindu dan Budha.

Hal itu diketahui setelah tim Kajian Deliniasi Kawasan Cagar Budaya Percandian Bumi Ayu melakukan kajian dan penelitian selama satu pekan terakhir di kawasan percandian Bumi Ayu.

Tim Kajian Deliniasi yang terdiri dari 16 pakar yang berasal dari berbagai daerah dan disiplin ilmu, seperti arkeolog,  budayawan, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jambi, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, Dosen Arkeolog Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar, Pusat Penelitian Arkeolog,  Persatuan Kakitangan Akademik Universiti Malaya (PKAUM) serta Paslitar Kenas.

Bambang Budi Utomo, salah satu dari tim kajian menjelaskan, di setiap komplek candi di Bumi Ayu memilki keragaman dan perbedaan sendiri.

“Untuk candi satu bentuk bangunannya serta relief yang ada menggambarkan agama Hindu, sementara untuk candi dua menggambarkan perkembangan agama Budha. Sementara aliran Tantrayana dideskripsikan pada candi tiga, terlihat dari arca raksasi, tengkorak manusia dan lainnya,” papar Bambang di hadapan Bupati PALI H. Heri Amalindo dan OPD terkait dalam Forum Group Discuss (FGD) Tim Kajian Delineasi Cagar Budaya Kawasan Percandian Bumi Ayu, Sabtu (24/9) bertempat di Rumah Dinas Bupati PALI.

Selain itu, dirinya juga menjelaskan bahwa kawasan percandian Bumi Ayu juga memiliki kekhasan yang lain yang tidak dimiliki candi-candi yang ada di Indonesia.

“Terdapat relief Burung Kakaktua yang hanya ada di Candi Bumi Ayu. Ini yang harus kita ungkap baik secara sejarah maupun filosofinya. Tentu dari penemuan ini akan dilakukan lagi kajian data secara lengkap, karena itu akan memudahkan tim dalam menyusun serta mengembangkan kawasan percandian yang terletak di aliran pinggiran Sungai Lematang,” jelas Bambang.

Ia juga mengatakan diperkirakan juga peradaban candi Bumi Ayu bisa dikatakan salah satu peradaban tua di Indonesia.

“Karena, setelah kami kaji di sekitar daerah sana ditemukan bangkai perahu yang diperkirakan dibuat pada abad ke-6 sampai abad ke-7 Masehi. Dan jenis perahu tersebut dibuat unik dengan menggunakan teknologi Asia Tenggara pada saat itu,” bebernya. (adj)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts