Palembang, Sumselupdate.com – Akibat telah melakukan aksi pencurian sepeda motor dinas milik anggota Tentara Republik Indonesia (TNI), membuat Iqbal (27) dan Abdurahman (52) dibekuk Unit Ranmor (Kendaraan Bermotor) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palembang, Jumat (22/9/2017) dinihari.
Keduanya diringkus lantaran terlibat aksi pencurian sepeda motor dinas anggota TNI saat terparkir di halaman parkir masjid Ar-Rahman, Jalan PDAM, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, Senin (18/9) sekitar pukul 20.00.
Informasi dihimpun, penangkapan kedua pelaku berawal saat korban Sugiarto (54) sedang menunaikan ibadah sholat Isya di masjid Ar Rahman dan memarkirkan sepeda motornya di halaman parkir di tempat kejadian perkara (TKP).
Usai sholat dan hendak pulang ke rumah, korban melihat sepeda motornya sudah tidak ada lagi di parkiran. Kemudian, Sugiarto pun membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Rabu (20/9) siang.
Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Ranmor Ipda Mardanus mengatakan, menindaklanjuti laporan itu pihaknya melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan dua dari tiga tersangka pencurian tersebut.
“Keduanya sudah kita amankan dan masih dalam pemeriksaan oleh anggota kita. Satu pelaku berinisial M masih buron, saat ini masih dalam pengejaran anggota kita,” terangnya.
Sementara itu, Iqbal mengaku, setidaknya sudah empat kali mendekam di sel tahanan lantaran terlibat aksi pencurian sepeda motor. “Empat kali Pak dengan yang sekarang ini. Semuanya ditangkap oleh Polresta Palembang,” ujar Iqbal.
Iqbal mengatakan dirinya yang mengambil motor tersebut dan diserahkan kepada MS (DPO). “Motor itu MS yang bawa ke Gelumbang. Belum dapat bagian pak, tapi saya sudah pinjam uang dengan dia Rp1 juta. Saya tidak tahu kalau motor dinas TNI,” ungkapnya.
Abdurahman menjelaskan, ulahnya berawal ketika MS mendatangi rumahnya untuk membeli motor bodong dan di saat bersamaan datang tersangka Iqbal. “Dia (Iqbal) bilang kepada MS, kalau mau motor ada, tapi pinjam uang dulu untuk berbelanja,” ucapnya.
Setelah beberapa hari uang sebesar Rp1 juta diberikan Iqbal, lanjutnya, sepeda motor yang dijanjikan Iqbal tak kunjung datang. Hingga akhirnya timbulah niat ketiga pelaku untuk mencuri sepeda motor dan mereka pun akhirnya berkeliling mencari mangsa.
Setibanya di lokasi, sambung Abdurahman, mereka pun langsung berbagi tugas. “Ke sana kami berbagi tugas pak, dia (Iqbal) yang memetik dan MS yang mengawas dan ambil motornya. Sedangkan, saya melihat situasi,” katanya. (tra)











