Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Fenomena demam batu akik yang sempat melanda seluruh masyarakat Indonesia beberapa tahun lalu ternyata masih terasa sampai sekarang ini. Buktinya, masih banyak pengrajin dan pengusaha batu akik yang menggeluti dunia perhiasan tangan, leher dan jari ini.
“Syukur alhamdulillah, usaha batu akik masih berjalan sampai sekarang. Kalau dulu saya hanya fokus berjualan batu jenis red calsedoni, yellow calsedoni, white calsedoni, orange calsedoni. Nah sekarang mulai mencoba batu akik jenis teratai dari Muratara serta batu akik jenis lainnya,” ujar Roma, salah seorang penggiat batu akik dari Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.
Kendati tak se-booming dulu, namun pria lajang tersebut mengaku masih terus menerima permintaan batu akik dari para langganannya.
“Soal harga itu variatif bang, kualitas sudah tentu memengaruhi harga jualnya. Harganya bisa ratusan ribu sampai puluhan juta. Alhamdulillah, pelanggan saya berasal dari beberapa daerah di Indonesia,” bebernya.
Dia dan penggiat batu akik lainnya berharap, kecintaan masyarakat Indonesia terhadap salah satu kekayaan alam di bumi pertiwi ini dapat terus berlangsung, sebab secara tidak langsung dapat mengangkat perekonomian masyarakat itu sendiri.
“Iya, dampak ekonominya luar biasa. Mulai dari petani pencari bahan batu akik, pengasah sampai penjual aksesoris batu akik merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (and)











