Sedang Asyik Nongkrong, Dua Remaja di Pendopo PALI Dibacok OTD Pakai Samurai

Kamis, 20 Juli 2017
Korban Arif yang mengalami luka bacok di bagian tangan hingga nyaris putus dirawat intensif dii RSUD Talang Ubi.

PALI, Sumselupdate.com Sedang asyik nongkrong di depan Gerbang Komplek Pertamina Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, dua remaja dibacok Orang Tidak Diketahui (OTD), Rabu (19/7/2017), sekitar pukul 21.30 WIB.

Sontak, kejadian itu langsung menggemparkan warga kota Pendopo.

Read More

Diketahui kedua korban pembacokan tersebut bernama M. Hardi (19) alias Arif, warga Talang Pipa, Kelurahan Talang Ubi Barat dan Ranu Rakisna (20), warga Talang Nanas, Kelurahan Talang Ubi Timur.

 

Korban Ranu yang luka bacok di kepala dirawat intensif di RSUD Talang Ubi.

Informasi yang berhasil dihimpun Sumselupdate.com, sebelum kejadian kedua korban sedang nongkrong bersama kelima orang temannya di depan Gerbang Komperta.

Tiba-tiba, dari arah Simpang Lima menuju Komperta datang kedua pelaku yang masing-masing mengendarai sepeda motor.

Seketika itu, pelaku langsung membuka sebilah samurai panjang yang dibalut kain dari dalam bajunya dan langsung membacok korban secara membabi buta.

Akibatnya, saat ini kedua korban sedang dirawat intensif di IGD RSUD Talang Ubi untuk mendapatkan perawatan medis.

Dari kejadian itu, korban Arif mengalami luka bacok di tangan sebelah kiri dan membuatnya hampir putus, sementara korban Ranu mengalami luka bacok di bagian kepala.

Dari keterangan korban saat dibincangi awak media di RSUD Talang Ubi, Arif mengaku, sebelum kejadian pembacokan, korban sempat berteriak ‘Mano Wong Talang Pipa’.

“Setelah itu, dio (pelaku –red) langsung nebaske samurai panjang ke arah aku. Beruntung aku nangkisnya pakek tangan, kalu idak lah keno palak pulo tebasan samurai pelaku itu,” terang Arif seraya mengatakan setelah membacok membabi buta langsung pergi.

Ia juga mengaku pernah melihat wajah pelaku. “Kalu wajahnyo aku kenal, cuma kenal wajah bae. Mereka beduo (dua orang), makek motor sikok sewang. Yang nebas kami beduo cuma sikok wong. Sikok motor Beat warno biru putih, sikoknya motor jambrong,” ujar Arif.

Sementara itu, AMM (16) teman korban yang juga berada di lokasi saat kejadian mengungkapkan bahwa pelaku berjumlah dua orang.
“Mereka beduo, tapi ado sikok pelaku bawa budak kecik. Pas kejadian, budak kecik itu jugo langsung nangis. Kalu kami langsung belari kocar kacir takut kalu kami jadi sasaran pembacokan jugo,” terangnya yang pada saat itu sedang nongkrong bersama kedua korban.

“Kejadiannyo pak pas nian di dekat Gerbang Komperta, disebelah Rumah Baca (eks. Kantor Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah),” tambahnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts