PALI, Sumselupdate.com – Wakil Bupati PALI Ferdian Andreas Lacony mengatakan bahwa pemerintah tidak bisa menaikkan harga karet dikarenakan semua itu dipengaruhi harga karet di pasar dunia.
“Soal harga karet semua orang tahu bahwa itu dipengaruhi oleh harga pasar dunia,” terang Ferdian.
Sebelumnya, tuntutan petani karet di kabupaten PALI menuntut terhadap janji kampanye Jokowi – JK pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu, Wakil Bupati PALI Ferdian Andreas Lacony, SKom MM angkat bicara.
Yang mana beredar foto di media sosial gambar spanduk kampanye Pilpres itu, bertulis Mau Rege (Harga) Karet Naik Pilih Jokowi-JK. Ferdian mengatakan, dalam program Presiden RI, Jokowi-JK tidak tercantum secara spesifik meningkatkan harga karet.
Namun, program Nawacita, dari sembilan yang diprioritaskan salah satunya meningkatkan perekonomian rakyat yang bertujuan untuk menyejahterakan rakyat.
“Pertama, dalam program Nawacita sebenarnya tidak tercantum secara spesifik meningkatkan harga karet. Tapi pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan perekonomian,” ujar Ferdian, melalui pesan yang dikirim melalui Whatsapp, Rabu (19/7/2017).
Politisi PDIP menegaskan dalam pemerinahan Jokowi-JK telah berusaha untuk mengatasi masalah pertanian, salah satu meningkatkan harga karet, dan terbukti pada waktu harga level karet sudah meningkat. Namun, disisi lain rendah kualitas karet membuat harganya jatuh. Oleh karena pihaknya menyarankan kepada petani karet jangan ketergantungan terhadap karet.
“Pertama pemerintaham Jokowi telah berusaha dengan memerintahkan menteri pertanian untuk atasi harga karet beberapa waktu lalu dan sempat naik ke level beberapa ribu. Itu tandanya pemerintah tidak lepas tangan,” kata Ferdian.
“Kedua, kualitas karet kita rendah, masih banyak karet yang direndam di sungai dan dicampur dengan bahan-bahan untuk memperberat karet, dan harga di kuasai tengkulak,” katanya.
“Ketiga, masyarakat harus di dorong untuk memiliki alternatif sumber ekonomi, melalui pemberdayaan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) dan perhatian pemerintah terhadap pemberdayaan UKM telah hadir dengan banyaknya program ekonomi dan dana bergulir dari pemerintah. Ke empat Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) bila dikelolah oleh desa dengan serius akan mampu membangkitkan ekonomi desa. Banyak ekonomi desa yang mulai bangkit dengan kehadiran Bumdes,” sambung Ferdian.
Diakuinya menghadapi persoalan harga karet, sebenarnya sudah menemukan alternatif-alternatif sumber ekonomi, seperti semakin banyak hadir ibu rumah tangga yang membuat produk olahan seperti keripik dan lainnya.
“Akan tapi masih begitu tradisional. Perlu pendampingan dan pemberdayaan, akses permodalan terbuka lebar melalui program KUR (Kelompok Usaha Rakyat, bahkan Program, KUBe (Kelompok Usaha Bersama) dari Kementerian Sosial,” katanya menambahkan.
“Beberapa waktu lalu hadir perwakilan bank indonesia di Kabupaten PALI dalam acara mengenai inflasi, Bank Indonesia siap memfasilitasi petani karet kita melihat dan belajar dgn petani karet di jambi. Dan sudah perintahkan bappeda dan dinas pertanian untuk merespon itu. Tapi belum ada tindak lanjut,” tutup politisi PDIP. (adj)











