Warga Menilai Petugas BPS Terkesan Asal-asalan Saat Sensus Ekonomi

Rabu, 25 Mei 2016

Baturaja, Sumselupdate.com – Sensus Ekonomi 2016 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten OKU, dinilai masyarakat terkesan asal-asalan. Hal ini terjadi lantaran petugas yang mendata banyak yang tak mendatangi setiap rumah untuk disensus.

Seperti yang diungkapkan Eko Sungkono Patra, warga Baturaja, OKU. Dia  menyayangkan petugas sensus yang mendata dengan cara asal-asalan. Penilaian mantan anggota DPRD OKU ini, dialaminya saat  petugas sensus mendatangi rumahnya awal bulan lalu.

“Waktu itu sekitar pukul 10.30 ada dua remaja bersepeda motor. Yang satu beratribut stop di depan rumah. Kebetulan saya lagi di halaman. Karena saya tahu kalo adek-adek itu petugas sensus ekonomi, saya persilahkan masuk,” ceritanya.

Selanjutnya, menurut Eko, petugas tersebut membuka tas dan mengambil kertas dan pensil. Lalu menanyakan  nama, usaha, dan terus minta minta tanda tangan dan pamit pulang.

Menurutnya, apa yang dilakukan petugas tersebut sangat singkat dan terkesan tergesa-gesa dan terkesan formalitas saja.

Berbeda dialami Yeyen, warga Kelurahan Sukaraya, Baturaja Timur. Dia mengaku, tidak pernah didatangi petugas sensus, namun tahu-tahu di dinding depan rumahnya sudah tertempel stiker sensus.

“Saya tidak tahu ada sensus. Saya malah kaget ada tempelan stiker di jendela rumah kami. Padahal tak ada yang datang ke rumah kami. Aneh, kok bisa tahu petugas tanpa survei, tanpa tanya-tanya, tahu-tahu ada stiker yang terisi data macam itu,” tambah Yeyen.

Keluhan sama dikemukakan beberapa warga lainnya di perumahan RS Sriwijaya, Marleno salah satunya.

Ia mengaku pernah didatangi tiga orang petugas sensus yang diduga masih kuliahan. Namun, anehnya kata dia, para petugas sensus tidak fokus pada materi pertanyaan yang ditujukan pada orang yang disensus.

“Mereka justru nanya PAUD, berapa muridnya. Pokoknya tidak ada kaitannya dengan penghasilan kami, kerja di mana dan lain-lain. Tidak sampai lima menit mereka pulang. Mereka (petugas sensus) bilang ini hanya formalitas saja,” beber Marleno.

Kemudian saat keluar rumah, petugas sensus tadi lanjut Marleno, seakan ‘nembak pucuk kudo’ dan bertanya pada tetangga lain, apa benar itu rumah si anu (rumah warga lain yang hendak disensus).

Diketahui sejak awal bulan lalu, yakni 1 Mei hingga 31 Mei 2016, Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan Sensus Ekonomi 2016. Banyak petugas yang ditugaskan BPS OKU tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya sehingga data yang akan dikirim ke BPS Pusat lalu dijadikan dasar data pembangunan, bisa dipastikan tidak valid. (yan)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts