Palembang, SumseluPdate.com – Puluhan anggota dari Rumah Perhimpunan Cinta Ilmu dan Kemanusiaan (Percik) kota Palembang, memberikan sebuah bantuan berupa sembako, baju dan buku-buku tulis kepada korban kebakaran di jl Ki Marogan Kertapati.
Hal ini dilatari belakangi pada tanggal 19 Mei lalu, sebanyak 23 rumah mengalami musibah kebakaran, sehingga 99 orang yang menempati rumah tersebut kehilangan tempat tinggalnya.
Saat ditemui usai menyambangi posko kebakaran hari Kamis (1/6/2017), Ketua Rumah Percik Kota Palembang, Ali Maksum, mengatakan Rumah Percik sendiri ada 22 orang, dari perkumpulan para guru sekolah.
“Kami membuat ini untuk mempelopori para guru Paramount School dan juga bisa (nantinya-red) para guru kota Palembang. Kita sendiri mulai terbentuknya pada 12 April 2017 lalu. Dan sejak 20 April anggotanya sudah melakukan beberapa kegiatan,” katanya.
Mengenai bantuan yang diberikan kepada Posko kebakaran di Jalan Ki Merogan, merupakan sumbangan sukarela para guru, siswa dan orang tua wali murid. “Semua bantuan kita terima, dari sembako (makanan, minuman dan kebutuhan pokok), lalu baju bekas dan alat-alat tulis seperti buku dan pensil. Saya bersama anggota hanya membantu menyalurkan kepada yang berhak,” jelasnya.
Tujuan rumah Percik sendiri, adalah bagaimana menggiatkan bidang sosial dan pendidikan. Agar mereka bisa berempati kepada para siswa yang terkena musibah dan tidak mampu biar tidak putus sekolah. Seperti pada bulan sebelumnya, pihaknya menyambangi salah satu SD di OKU Timur.
“Ya, bulan lalu kita pernah ke SD Blitang Desa Mekar Jaya Oku Timur. Di mana saat itu rumah Percik membuat desa bacaan, yang manfaatnya agar giat belajar lagi. Nanti habis lebaran kita juga akan menggelar berbagai event baik bantuan pendidikan dan aksi lainnya,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Ki Marogan RT 32 RW 06 kelurahan Kemang Agung Kecamatan Kertapati Palembang, Ivan bersyukur, karena sudah banyak bantuan diberikan kepada warganya, seperti salah satunya dari Rumah Percik ini.
“Kita akan segera memberikan kepada keluarga yang mengalami musibah kebakaran. Saat ini ada 24 Kartu Keluarga dari 23 rumah terbakar. Adanya bantuan seperti ini diharapkan bisa membantu meringankan beban dan kita juga mewakili keluarga merasa cukup terbantu atas bantuan para anggota rumah Percik,” pungkasnya. (sbw)











