Pelaku Begal Bersenpi Ini Tersungkur Diterjang Tiga Butir Timah Panas Polisi

Minggu, 28 Mei 2017
Tersangka Wawan saat berada di RSUD Palembang BARI.

Palembang, Sumselupdate.com – Aksi Ridwan alias Wawan (27) sebagi pelaku begal dengan mengunakan senjata api akhirnya berakhir di tangan tim khusus anti bandit (Tekab) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palembang.

Bahkan, tersangka yang merupakan warga Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati ini terpaksa dilumpuhkan dengan tiga butir timah panas oleh polisi, Sabtu​ (28/5).

Read More

Pelaku terlibat aksi begal sepeda motor bersama keenam temannya terhadap Joni (36) di Jalan AKBP Cek Agus, Kecamatan IT II Palembang, pada 17 Januari lalu. Saat itu, Joni yang sedang melintas di lokasi kejadian dipepet kawanan pelaku.

Lantas, keenam pelaku langsung mengacungkan sajam jenis pedang dan senjata api rakitan (senpira) ke arah korban. Merasa terancam Joni menyelamatkan diri dengan meninggalkan sepeda motornya. Sehingga pelaku dengan leluasa membawa lari motor korban. Akhirnya korban membuat pengaduan di Polsek IT II Palembang.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara Sik mengatakan setelah melakukan penyelidikan, pihaknya berhasil mengamankan pelaku dan terpaksa diberi tindakan tegas. “Tersangka ditangkap saat berada di kediamannya di kawasan Kertapati. Karena berusaha kabur, ia terpaksa kita lumpuhkan,” ujarnya, Minggu (28/5/2017).

Lanjut Yon, kawanan pelaku ini saat beraksi menggunakan sajam dan senpira untuk menakuti korbannya. Bahkan jika melawan​, para pelaku tak segan-segan melukai korbannya. Hasil​ pemeriksaan tersangka bersama rekan-rekannya sering melancarkan aksi kejahatan serupa.

“Kita akan terus kembangkan kasus ini dan kemukinan ada pelaku lain yang terlibat bersama tersangka,” katanya seraya menyebutkan empat rekan tersangka sudah lebih dulu ditangkap anggota Polda Sumsel.

Tersangka wawan mengaku ia sudah sering melancarkan aksinya. Hal itu, dilakukanya lantaran tidak mempunyai pekerjaan yang layak sehingga nekat menjadi begal sepeda motor. “Sudah sering, saya mau karena tidak punya pekerjaan dan uang untuk kebutuhan hhidup. Makanya waktu diajak teman saya mau ikut,” tandasnya. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts