Baturaja, Sumselupdate.com –Para petani jagung dan kedelai di Kabupaten OKU tampaknya harus bersabar terkait pemasaran.
Sebab pihak Bulog Sub Drive Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) belum melakukan penyerapan jagung dan kedelai milik petani.
Kepala Bulog OKU Armansyah mengatakan, belumnya dilakukan penyerapan itu dikarenakan belum adanya target dan petunjuk dari pihak provinsi. “Belum ada intsruksi, jadi kita belum bisa melakukan penyerapan jagung dan kedelai,” kata Armansyah.
Armansyah menjelaskan, untuk harga penyerapan jagung dan target berapa penyerapan ia juga mengaku tidak tahu. Sebab menurutnya belum ada patokan harga. Namun yang ia dengar Rp2.700 per kilogram.
“Cuma ini belum pasti, sebab harga penyerapan ini masih beruba-ubah. Kita liat saja nanti. Yang jelas sampai saat ini kita menunggu perintah, jika ada perintah dari pusat kita akan langsung melakukan penyerapan,” kata Armansyah.
Meski belum ada instruksi, kata, dia dalam waktu dekat mereka akan melakukan koordinasi dan pendekatan dengan KUD-KUD, seperti yang ada di Kabupaten OKU Timur.
“Kita ini membawahi tiga OKU, yakni OKU, OKU Selatan, dan OKU Timur. Semua petani yang ada di wilayah OKU ini akan kita dekati dan hasil panen jagung mereka akan kita lakukan penyerapan,” ungkapnya.
Pastinya kata dia, saat ini pihaknya mengutamanya antara Bulog dan petani sendiri.
“Selama ini mitra Bulog dalam penyerapan beras adalah koperasi, sehingga sebagian petani tidak kenal dengan Bulog. Makanya untuk perbaikan, ke depan kita akan merangkul petani,” ungkapnya.
Namun memang, katanya bahwa untuk perbaikan seperti dimaksud, butuh waktu. Terlebih jarak tempuh wilayah Bulog untuk OKU raya ini lumayan jauh-jauh.
“Bulog pengen merangkul petani, tapi karena saking luasnya wilayah, ini menjadi salah satu kendala kita sehingga tidak terlihat sempurna,” ujarnya.
Untuk itu pula, pihaknya sudah membentuk Satuan Kerja (Satker) Pengadaan, yang fungsinya juga sekaligus mensosialisasikan Bulog.
“Mudah-mudahan petani dapat merapat ke Bulog. Harapan kami pula, kelompok tani bisa datang kesini atau kami datang kesana untuk bersinergi,” jelasnya. (yan)











