Banyuasin, Sumselupdate.com -Tertangkap tiga pelaku pembunuhan keluarga Tasir (65) beserta anak, istri, dan cucunya, yakni Purwanto (22), Abdul Kohar (19), dan Nandi Mulyadi (17) , mengungkap kasus ini.
Motif pembunuhan sadis ini dilatari karena Agus Mubarok alias AM (DPO) sebagai otak pelaku memiliki permasalahan dengan korban Tasir.
Kapolres Banyuasin AKBP Prasetyo mengatakan, sebelum kejadian, korban Tasir pernah menjual tanah senilai Rp600 juta. Kemudian sebagian dari uang hasil penjualan itu dibelikan dengan lahan melalui perantara pelaku AM. “AM ini makelar tanah, ternyata lahan yang dibeli Tasir kepada AM ini tanah sengketa,” katanya.
Melihat tanah yang dibeli bermasalah, Tasir berniat mengurungkan pembelian tanah tersebut dan meminta uang panjar dari pembelian tanah itu dikembalikan.
“Motif pembunuhan ini, AM ingin merampas uang korban hasil penjualan sawah dan menyelesaikan sengketa tanah yang belum tuntas,” katanya.
Kemudian AM mengajak anak buahnya P, AK, NM, dan U untuk melakukan rencana pembunuhan. “Mereka berbagi peran masing-masing dalam melakukan pembunuhan,” katanya.
Sekadar mengingat, kasus ini terungkap setelah ditemukannya lima jenazah selama empat hari berturut-turut yang diduga satu keluarga diperairan Jalur 16, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin. Pertama, Jumat (13/5) lalu warga menemukan dua jenazah laki-laki dan perempuan dalam karung dengan kepala ditutupi baju.
Kemudian, Sabtu (14/5), warga dan Polair Polres Banyuasin kembali menemukan satu jenazah perempuan tapi tidak dalam karung posisi jenazah mengapung sekitar dua hingga tiga kilometer dari jenazah awal yang ditemukan.
Lalu, Minggu (15/5), petugas kembali menemukan jenazah anak-anak yang diperkirakan berumur enam tahun dan terakhir pada Senin (16/5), petugas kembali menemukan jenazah perempuan. (man)











