Terungkap, Pelaku Pembunuhan Ketua RW Masih Keponakan Korban

Jumat, 20 Mei 2016
Kapolresta Palembang, Kombes Pol Tommy Aria Dwianto didampingi Kapolsekta Sukarami, Kompol Nurhadiansyah dan Kanit Reskrim menunjukkan batu gilingan yang menjadi alat tersangka Hendri menghabisi pamannya, Jumat (20/5).

Palembang, Sumselupdate.com –Kasus pembunuhan Zakaria (65), Ketua RW 14, warga Kampung Sukadamai, Nomor 15 RT 70/14, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarame, Palembang, Minggu (15/5) sore,  akhirnya terungkap.

Tersangka pembunuhan ternyata masih keponakan korban, yakni Hendri (26).

Read More

Kasus ini terbongkar, setelah pelaku menyerahkan diri ke Polsek Tanjung Karang Barat, Lampung, Senin (17/5) sore.

Selanjutnya pihak Polresta Palembang dan Polsek Sukarami yang mendapatkan kabar tersebut langsung menjemput tersangka dan langsung di bawa ke Polsek Sukarami, Palembang.

Dari tangan pelaku yang merupakan warga Bandar Lampung ini, polisi mengamankan satu buah cobek batu untuk membunuh korban, dua HP, sebuah dompet dan KTP atas nama pelaku dan baju dan celana panjang pelaku yang di pergunakan membunuh korban dimana baju dan celana tersebut di buang pelaku di rumah keluarganya di Kertapati.

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Tommy Aria Dwianto SIk didampingi Kapolsekta Sukarami, Kompol Nurhadiansyah didampingi Kanit Reskrim, Iptu Hery   di Polsek Sukarami mengatakan, berdasarkan keterangan pelaku  motif yang mendasari terjadi kasus pembunuhan tersebut ialah diduga masalah kasus pencurian.

Sebab sehari sebelum peristiwa pembunuhan tersebut, Zakaria sempat kehilangan uang Rp400 ribu dan menanyakan kepada pelaku sehingga diduga pelaku tersinggung.

“Hendri ini masih keponakan dari Zakaria. Untuk dugaan sementara itu motif yang mendasari kasus pembunuhan. Apakah pelaku sakit hati dengan korban, itu masih kita dalami,” ujar Tommy, Jumat (20/5).

Untuk kronologi kejadian, Tommy menjelaskan, Hendri yang menumpang tinggal di kediaman korban Zakaria ini, karena dipanggil korban untuk bisnis tokek namun setelah sekian lama melihat prospeknya ternyata bisnis tokek tidak menjanjikan .

Karena lama berada di rumah korban, pelaku menjadi tergiur dengan barang milik korban, saat kejadian pelaku berbincang seperti biasa dirumah korban. Lalu saat Zakaria lengah, Tommy langsung memukul kepala Zakaria menggunakan tempat gilingan cabai atau cobek di bagian kepala belakang satu kali, dan di bagian depan sebanyak empat kali.

Usai Zakaria terkapar tak berdaya dengan bersimbah darah, Hendri langsung membawanya ke kamar korban, menutupi tubuhnya dengan seprei, dan mematikan lampu di kamar tersebut.

Tak hanya sampai di situ, istri korban yang bernama Mulyanipun yang pulang beberapa saat setelah kejadian turut menjadi korban kebringasan Hendri.

Dengan alat yang sama untuk memukul Zakaria, ia memukul kepala belakang Mulyani sebanyak satu kali, beruntung atas peristiwa tersebut, tak membuat Mulyani terluka parah, dan akhirnya anak korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Sukarami.

“Usai melakukan pembunuhan terhadap korban, istri korban bernama Mulyani pulang kerumah. Mulyani ini sempat bertanya dimana suaminya, dan Hendri bilang di kamar. Saat Mulyani menuju ke kamar korban, Hendri kembali memukulkan alat yang sama ke kepala Mulyani, beruntung tidak terjadi luka yang parah terhadap Mulyani ini,” terangnya.

Tommy melanjutkan, setelah melakukan kekerasan dan pembunuhan tersebut, tanpa mengambil barang-barang berharga milik korban, Hendri memilih langsung kabur.

Awalnya, Hendri sempat kabur ke daerah Kertapati, selanjutnya ia kabur ke Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, dan terakhir di Lampung, yang akhirnya menjadikan pelarian dari Hendri, karena ia memutuskan untuk menyerahkan diri.

“Kita akan jerat pelaku ini dengan pasal 338 KUHP, dengan ancaman 15 tahun penjara,” tegasnya.

 Tersangka Hendri kepada wartawan enggan berkomentar atas pembunuhan tersebut.

Sebelumnya pembunuhan diketahui oleh anak korban sekitar Minggu (15/5) pukul 19.00. Saat itu, anak korban yang baru pulang bekerja merasa curiga ketika melihat rumah korban dalam keadaan gelap.

“Anak korban tadi dibawa polisi untuk diperiksa. Waktu dia pulang, katanya lampu rumahnya dalam keadaan mati,” ujar Asmi (38), tetangga korban, Senin (16/5).

Melihat kejanggalan itu, anak korban langsung masuk ke dalam rumah. Saat masuk itulah, sang anak melihat kedua orang tuanya sudah bersimbah darah. Saat itu, ayahnya sudah tewas. Sedang ibunya masih hidup, namun kritis.

“Dia langsung teriak. Korban sudah bersimbah darah. Pak Zakaria meninggal, dan istrinya masih dirawat di rumah sakit. Tapi untuk kejadian jelasnya saya juga tidak tahu, sebab saya tadi pergi yasinan ke tempat saudara,”  katanya. (ery)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts