PALI, Sumselupdate.com – Setelah berhasil membebaskan masyarakatnya dari penyakit malaria selama tiga tahun berturut-turut, Kabupaten PALI meraih penghargaan Piagam Eliminasi Malaria.
“Sertifikat itu diberikan kepada Kabupaten yang selama tiga tahun berturut-turut tidak ditemukan kasus malaria, dengan demikian daerah kita cukup baik dan bersih,” ujar Bupati PALI Heri Amalindo saat peringatan Hari Malaria Sedunia di Desa Air Itam, Kecamatan Penukal, Kamis (18/5/2017).
Meski demikian, lanjut Heri, masyarakat harus tetap waspada akan timbulnya wabah malaria, salah satunya dengan melakukan pola hidup sehat dan jaga kebersihan lingkungan dan dalam kesempatan itu ia juga menyalurkan ratusan kelambu anti nyamuk kepada warga didampingi Dandim 0404 Muaraenim Letkol Inf Teadi Aulia.
Kelambu anti nyamuk tersebut merupakan bantuan Kementerian Kesehatan RI untuk Kabupaten PALI melalui Dinas Kesehatan setempat sebagai langkah pencegahan timbulnya penyakit malaria dan pembagiannya bertepatan dengan peringatan Hari Malaria Sedunia.
Selain memberikan kelambu, Pemkab PALI juga menggelar kegiatan dengan menggandeng beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam lingkungan Pemkab PALI dan Kodim 0404 Muaraenim, seperti sunat masal dan pelayanan kesehatan gratis serta pemeriksaan darah untuk mendeteksi penyakit malaria dan Aids.
Pada kesempatan itu, Bupati mengajak masyarakat untuk membudayakan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan, agar PALI terhindar dari penyakit malaria. Serta Heri menerangkan bahwa perkembangan nyamuk penyebab penyakit malaria karena genangan air yang tidak mengalir.
Oleh sebab itu, dirinya mengimbau agar seluruh warga secara rutin memeriksa saluran air atau tempat yang menjadi nyamuk bersarang.
“Nyamuk malaria berkembang biak di air jernih dan tidak mengalir, maka jangan biarkan bila di sekitar kita ditemukan genangan air, cepat buat saluran, atau kubur barang yang bisa menyebabkan air menggenang,” paparnya.
Untuk mensosialisasikan cegah malaria, Bupati menekankan kepada OPD terkait untuk bahu membahu dan bekerja sama mengajak masyarakat agar sadar tentang arti kebersihan.
“Tetap waspada terhadap penyakit malaria, dan untuk mensosialisasikannya, kami berharap seluruh dinas terkait untuk bersama-sama mengajak masyarakat melakukan budaya hidup bersih. Mudah-mudahan penyakit malaria akan jauh dari Bumi Serepat Serasan,” harapnya.
Semetara itu, Kepala Dinas Kesehatan PALI Lydwirawan sekaligus ketua panitia peringatan hari Malaria Sedunia menyebutkan bahwa sasaran utama pembagian kelambu adalah anak-anak dan wanita hamil.
“Yang jadi sasaran mendapat bantuan kelambu yakni anak-anak dan ibu hamil, sebab pertumbuhan anak serta kesehatan ibu hamil harus diperhatikan untuk mencetak generasi sehat dan kuat,” imbuhnya.
Serta dalam kegaiatan ini ada 35 anak yang menjadi peserta sunat masal. Selain itu Dinkes juga menyediakan pelayanan kesehatan gratis serta pemeriksaan darah untuk mendeteksi penyakit malaria dan aids.
“Untuk peserta sunat masal, kami bekerjasama dengan Dinas Sosial memberikan bingkisan kepada anak yang menjadi peserta,” bebernya.
Diakhir kegiatan, seluruh Camat dan Direktur RSUD Talang Ubi serta Kepala Puskesmas se-Kabupaten PALI menandatangani komitmen pemeliharaan eliminasi malaria yang disaksikan Bupati PALI. (adj)
Adapun isi komitmen tersebut adalah:
1.Memberdayakan dan menggerakkan masyarakat untuk mendukung secara efektif upaya eliminasi malaria.
2.melalukan penemuan dini dan pengobatan secara tepat.
3.menyelenggarakan sistem surveilans, monitoring dan evaluasi serta informasi kesehatan yang baik harus dipertahankan.
4.meningkatkan cakupan penemuan penderita malaria dengan konfirmasi laboratorium baik secara mikroskopis maupun RDT.
5.meningkatkan cakupan penemuan dan pengobatan penderita secara pasif melalui Puskesmas pembantu,upaya kesehatan berbasis masyarakat (antara lain poskesdes, posyandu, posmaldes).
6 meningkatkan upaya pemeliharaan lingkungan yang bersih dan sehat disetiap desa agar genangan-genangan air tidak menjadi tempat yang subur untuk berkembang biak nyamuk pembawa penyakit.
7.meningkatkan edukasi sosialisasi dan advokasi kepada masyarakat agar mereka sadar waspada terhadap penyakit malaria dan dilaksanakan melalui berbagai cara dan media.











