Menteri Susi: Banyak Kapal Asing Mencuri Satwa Dilindungi

Sabtu, 6 Mei 2017
Menteri Perikanan Susi Pudjiastuti saat menyampaikan materi dalam seminar kewirausahaan.

Yogyakarta, Sumselupdate.com – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menyebut kapal asing yang melakukan illegal fishing yang kerap terjadi di Indonesia, bukan hanya mencuri ikan saja. Banyak dari mereka juga mengambil sejumlah satwa lindung secara ilegal. Praktik ini berlangsung puluhan tahun, tapi tak ada tindakan tegas Pemerintah.

“Kapal-kapal asing yang melakukan illegal fishing, tidak hanya mengambil ikan tapi juga mengambil satwa-satwa liar yang dilindungi. Seperti membawa burung kakatua, kulit buaya, atau kura-kura yang mulutnya menyerupai babi dari perairan Papua,” jelas Susi dalam seminar nasional kewirausahaan di UMY Yogyakarta, Sabtu (6/5/2017) seperti dikutip dari laman detikcom.

Read More

Menurut Susi, praktik illegal fishing di Indonesia mulai marak sekitar 2004, sewaktu pemerintah membuka nasionalisasi kapal nelayan asing yang beroperasi di Indonesia. Namun di lapangan, kebijakan ini banyak penyalahgunaan izin.

“Izin pengoperasionalan kapal asing banyak disalahgunakan. Misalnya ada nelayan asing punya 10 kapal, tapi yang berizin hanya 1 (kapal),” paparnya.

Untuk menanganinya, masih menurut Susi, diperlukan langkah tegas dan konkret. Apalagi luas lautan Indonesia hampir 2/3 luas wilayah, sementara 99,7 persen perbatasan negara adalah lautan. “Butuh upaya spesifik seperti penenggelaman kapal asing ilegal, agar menimbulkan efek jera,” tegasnya.

Jika penindakan kapal ilegal hanya dilelang tanpa ditenggelamkan, bukan tidak mungkin pemilik kapal menebus kapalnya dengan harga murah. Sehingga praktek illegal fishing masih terus menghantui perairan Indonesia. Untuk mengatasi persoalan ini, KKP saat ini memiliki tiga pilar untuk meningkatkan kembali perikanan di Indonesia.

“Tiga pilar itu yakni kedaulatan, kesejahteraan, dan keberlanjutan. Kami berusaha membentuk kedaulatan buat nelayan-nelayan Indonesia. Sehingga nelayan bisa mencapai kesejahteraan, yang harus didukung aspek keberlanjutan,” tuturnya (adm3)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts