Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Kapolres Kota Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga beserta rombongan mendatangi rumah korban tewas, Surini (54) di Desa Blitar Muka, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Rabu (19/4/2017).
Surini merupakan korban tewas akibat diduga tertembak oleh oknum anggota Polres Kota Lubuklinggau yang melakukan razia sehari sebelumnya pada Selasa (18/4/2017).
Sebelumnya, Kapolres juga menjenguk sejumlah korban lainnya yang masih dirawat di Rumah Sakit Sobirin, Kota Lubuklinggau.
“Yakinlah akan kami tindak tegas dan beri sanksi berat,” ujar Kapolres di hadapan Kaswan, suami almarhumah
Menurutnya, dalam penanganan kasus ini di-back up oleh Polda Sumsel. Sejauh ini sudah diperiksa satu orang oknum polisi berpangkat Brigadir.
“Pelanggarannya dilihat dari kasusnya (dalam menentukan sanksi). Bisa disiplin, bisa kode etik. Tapi kita tunggu hasil pemeriksaannya,” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan, peristiwa ini berawal razia Cipta Kondisi yang dilakukan jajaran Polres Lubuklinggau bersama Polsek Timur, di Jalan Fatmawati, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.tepatnya di Jl Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II.
Saat razia berlangsung, muncul mobil Honda City yang dikendarai Diki. Diduga tidak memiliki surat menyurat resmi, Diki panik hingga menerobos hingga nyaris menabrak petugas yang melaksanakan razia.
Curiga, polisi melakukan pengejaran. Melihat mobil semakin melaju kencang, polisi kemudian memberikan tembakan peringatan.
Namun peringatan diduga tidak digubris. Mobil yang membawa penumpang lantas terus saja melaju kencang.
Setiba di depan Penjahit Setia, polisi kembali melepaskan tembakan. Sementara mobil tetap melaju dan baru berhenti ketika ada mobil yang parkir di badan jalan, tepatnya di samping Bank Mandiri.
Lantas petugas memepet dan menghadang mobil Honda City tersebut. “Jadi berawal kami ini dengar tembakan ada sekitar empat kali dari depan penjahit setia,” kata saksi yang tidak mau disebutkan namanya.
Selanjutnya, mobil Honda City berhenti di samping Bank Mandiri. Mobil dengan posisi kacanya gelap itu lantas berhenti, pas di belakang mobil yang tengah parkir.
“Nah jadi mobil itu (Honda) sudah dipepet sama polisi, jadi mobil itu berhenti. Setelah berhenti, Polisi itu nembaknya ada mungkin sekitar dua kali,” jelasnya.
Kemudian, sang sopir mobil Honda ditarik keluar. “Diperiksa-periksa, tidak tahunya dibelakang itu ketika dibuka pintu beakang ada ibu-ibu, ada bapak-bapak. Yang posisi belakang bapak-bapak paruh baya, dua perempuan dan sama anak-anak, itu yang dibelakang. Sedangkan didepan ada kakek-kakek, satu anak, satu sopir. Jadi ada tujuh jumlah dalam mobil itu,” bebernya.
Dia menduga, kemungkinan yang kena tembak saat kejadian penumpang mobil yang duduk dibelakang sebalah kanan. “Ada juga Ibu-ibu yang kena tembak. Terus ada juga anak-anak kena, sepertinya kena timbis di kepala,” ungkapnya.
Selanjutnya setelah kejadian, korban langsung diselamatkan. “Sudah diselamatkan galo yang luko tadi. Yang didepan dak keno, yang belakang keno galo. Cuman yang parah bapak-bapak samo ibu-ibu,” timpalnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, Surini tewas diduga tertembak bagian paha kiri satu lobang, luka tembak di perut sebelah kiri dan tiga luka tembak di bagian bawah payudara sebelah kanan.
Sedangkan Galih tidak mengalami luka. Lainnya diduga mengalami luka dan dirawat di RS Dr Sobirin.
Pantauan di lapangan, pasca kejadian polisi berjaga ketat di rumah sakit Siti Aisyah Lubuklinggau dan rumah sakit dr Sobirin Mura di Lubuklinggau. (and)
Data-data Korban Selamat dan Tewas
A.Surini (50) korban tewas berada di RS Siti Aisyah Lubuklinggau. (Tertembak di bagian paha dan dada)
B.Diki (29) tertembak di bagian perut, Indra (35) tertembak di bagian dada, Novianti (31) tertembak di pundak kanan, Genta Wicaksono (3) putra dari Novianti tertembak di kepala bagian samping kiri, Dewi Arlina (39) tertembak di bahu kiri atas, dan Galih (6) dirawat di Rumah Sakit Dr Sobirin.
C.Kesemuanya diketahui masih satu keluarga warga Desa Blitar, Kelurahan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.











