Wakapolres Lubuklinggau Berjanji Akan Serius Menangani Kasus ini

Selasa, 18 April 2017
Kaca mobil Honda City BG 1488 ON pecah seribu setelah ditembak petugas yang meminta kendaraan berhenti lantaran menerobos saat digelarnya razia, Selasa (18/4/2017).

Lubuklinggau, Sumselupate.com – Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Wakapolres, Kompol Andi Kumara mengungkapkan, pihaknya mengucapkan rasa berduka dan belangsungkawa atas kejadian tersebut. ‎

Andi Kumara berjanji akan serius menangani peristiwa penembakan ini.

Read More

Dijelaskannya, kejadian itu bermula sekitar pukul 10.00 diadakan giat rutin dalam rangka meminimalisir aksi curat, curas, dan curanmor di Jalan Lingkar Selatan.

Tak lama kemudian, melintas mobil Honda City nopol BG 1488 ON. Melihat hal itu, petugas meminta kendaraan berhenti, namun tak dinyana tidak diidahkan oleh pengemudi mobil tersebut.

Lalu dikejar petugas menggunakan kendaraan dinas kepolisian. Namun mobil itu justru melaju kencang dan menerobos lampu merah.

Setiba di lokasi kejadian, polisi sempat mengeluarkan tembakan karena merasa curiga. Sebab, kondisi kaca mobil hitam dan pengemudi diminta turun tidak mau.

“Anggota merasa curiga. Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap anggota kita” ungkapnya.

Usai kejadian, polisi langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Sobirin dan Siti Aisyah.

“Kemudian saya sendiri langsung mengantar korban ke rumahnya. Kita mengutamakan korban,” kata Wakapolres.

Sementara itu, pihak kepolisian juga sudah melakukan pemeriksaan tes urine pengemudi mobil.

“Hasil tes urinenya masih meragukan, nanti ada tes pendalaman lagi. Lalu setelah diperiksa nopol mobil itu palsu, yang asli disimpan dalam mobil. Itu pun akan kita dalami,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, peristiwa ini berawal razia yang dilakukan jajaran Polres Lubuklinggau di Jl Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II.

Saat razia berlangsung, muncul mobil Honda City yang dikendarai Diki. Diduga tidak memiliki surat menyurat resmi, Diki panik hingga menerobos hingga nyaris menabrak petugas yang melaksanakan razia.

Curiga, polisi melakukan pengejaran. Melihat mobil semakin melaju kencang, polisi kemudian memberikan tembakan peringatan.

Namun peringatan diduga tidak digubris. Mobil yang membawa penumpang lantas terus saja melaju kencang.

Setiba di depan Penjahit Setia, polisi kembali melepaskan tembakan. Sementara mobil tetap melaju dan baru berhenti ketika ada mobil yang parkir di badan jalan, tepatnya di samping Bank Mandiri.

Lantas petugas memepet dan menghadang mobil Honda City tersebut. “Jadi berawal kami ini dengar tembakan ada sekitar empat kali dari depan penjahit setia,” kata saksi yang tidak mau disebutkan namanya.

Selanjutnya, mobil Honda City berhenti di samping Bank Mandiri. Mobil dengan posisi kacanya gelap itu lantas berhenti, pas di belakang mobil yang tengah parkir.

“Nah jadi mobil itu (Honda) sudah dipepet sama polisi, jadi mobil itu berhenti. Setelah berhenti, Polisi itu nembaknya ada mungkin sekitar dua kali,” jelasnya.

Kemudian, sang sopir mobil Honda ditarik keluar. “Diperiksa-periksa, tidak tahunya dibelakang itu ketika dibuka pintu belakang ada ibu-ibu, ada bapak-bapak. Yang posisi belakang bapak-bapak paruh baya, dua perempuan dan sama anak-anak, itu yang dibelakang. Sedangkan didepan ada kakek-kakek, satu anak, satu sopir. Jadi ada tujuh jumlah dalam mobil itu,” bebernya.

Dia menduga, kemungkinan yang kena tembak saat kejadian penumpang mobil yang duduk dibelakang sebalah kanan. “Ada juga Ibu-ibu yang kena tembak. Terus ada juga anak-anak kena, sepertinya kena timbis dikepala,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, Surini tewas diduga tertembak bagian paha kiri satu lobang, luka tembak di perut sebelah kiri dan tiga luka tembak di bagian bawah payudara sebelah kanan.

Sedangkan Galih tidak mengalami luka. Lainnya diduga mengalami luka dan dirawat di RS Dr Sobirin.

Pantauan di lapangan, pasca kejadian polisi berjaga ketat di rumah sakit Siti Aisyah Lubuklinggau dan rumah sakit dr Sobirin Mura di Lubuklinggau. (and)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts