Tiba di Palembang, Jenazah Alumnus Unsri yang Tewas di Pemandian Air Panas Gunung Rinjani Dikebumikan

Rabu, 11 Mei 2016
Ike Susesta Adelia semasa hidup

Palembang, Sumselupdate.com –Jenazah Ike Susesta Adelia, alumnus Universitas Sriwijaya yang tewas di pemandian air panas Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dikebumikan di TPU Kebun Bunga Palembang, hari ini, Rabu (11/5).

Sebelum dikebumukan, jasad Ike Susesta Adelia tiba di rumah duka Jalan Serasi II Komplek Mega asri I Blok K Kelurahan Sukajadi Banyuasin, sekitar pukul 15.30.

Isak tangis keluarga besar Yusdi Herly langsung pecah tatkala jenazah Ike Susesta Adelia tiba di kediaman orangtuannya.

Dibawa dengan mobil ambulans, peti jenazah korban diletakkan di depan rumah. Melihat tersebut, spontan Yusdi mendekap erat jasad putri bungsunya into.

Dengan air mata yang menetes, pria yang berprofesi sebagai dosen ini langsung menciumi jasad buah hatinya diikuti tangis bersahutan pihak keluarga.

Jasad pegawai KPP Pratama Lubuklinggau hanya 15 menit berada di rumah duka. Kemudian langsung dishalatkan ke masjid dan dikebumikan.

Saat mobil ambulans berangkat dari rumah, salah seorang keluarga berteriak untuk menjaga Elia Rosalina, ibunda Ike yang mulai oleng hampir pingsan.

Kepergian bungsu dari dua bersaudara itu menimbulkan duka mendalam. Pihak keluarga, rekan dan kerabat lainnya merasa sangat kehilangan atas sosok alumnus Unsri yang terkenal sebagian sosok periang itu.

Ayah Ike, Yusdi menuturkan, anaknya hanya meminta izin pergi ke Lombok bukan mendaki gunung.

Jika anaknya berpamitan dengan dengan s‎ang ayah untuk mendaki gunung, ia pun tidak akan memberikan izin untuk mendaki gunung tersebut bersama teman-temannya.

“Dia memang minta izin ke Lombok, tetapi tidak mendaki gunung. Oleh karena itu saya perbolehkan,” ujar Yusdi.

Ia mengungkapkan, berlibur ke Lombok dan mendaki Gunung Rinjani, sudah keinginan Ike sewaktu masih sekolah tingkat SMA. Pihak keluarga pun tidak memiliki firasat akan kepergian gadis berhijab itu untuk selamanya.

“Saya dan istri begitu juga kakaknya Ike, sama sekali tidak ada firasat atas musibah ini. Kalimat kata-kata Ike sewaktu pamit Pi…izinkan Ike pergi, itu kalimat paling menyentuh,” katanya. (ery)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts