Muaraenim, Sumselupdate.com – Diduga akibat padatnya angkutan batubara yang melintas, membuat terowongan air yang berada di bawah Jalan Lintas Sumatera, Dusun VI, Desa Ujanmas Baru, Kecamatan Ujanmas, Kabupaten Muaraenim patah.
Akibatnya jalan tersebut longsor dan menutupi aliran air Sungai Mapur, sehingga menenggelamkan ratusan tanaman karet dan buah-buahan serta sebuah rumah semi permanen yang ada di sekitar jalan tersebut.
Karena bagian jalan hampir separuh terkenah longsor, kerap mengakibatkan kemacetan. Untuk mengurai kemacetan itu, masyarakat sekitar memberlakukan jalur buka tutup. Hal ini membuat geram Ketua Komisi I DPRD Muaraenim, Faizal Anwar.
Ditemui di lokasi longsor, Faizal mengatakan bahwa kejadian tersebut merupakan salah satu dampak dari negatif dari keluarnya izin angkutan batubara yang diberikan oleh Pemerintah
Provinsi.
Dirinya menilai, kebijakan Pemprov tersebut tanpa mengkaji terlebih dahulu dampak yang diakibatkan oleh angkutan tersebut. Selain itu, lambannya penanganan yang dilakukan oleh Badan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Sumatera Selatan membuat jalan tersebut nyaris putus total.
“Jalan ini merupakan akses vital yang menghubungkan beberapa kabupaten/kota bahkan provinsi. Namun penanganan jalan nasional ini sangat lamban, padahal jalan ini hampir putus tetap saja belum ada tindakan dari Pemprov maupun Pusat,” ujar Faizal geram.
Selain itu, lanjut politisi Partai Amanat Nasional ini, angkutan batubata juga tidak memberikan keuntungan bagi masyarakat. “Yang ada, jalan yang dilalui angkutan batubara ini semuanya rusak parah, terutama jalan yang berada di Kabupaten Muaraenim,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Camat Ujanmas Sugiharto Dalimpa yang didampingi Kades Ujanmas Baru Nurman menyampaikan bahwa kerusakan jalan ini sudah lama, berawal dari patahnya gorong-gorong yang ada di bawah jalan.
“Kerusakan jalan ini sudah cukup lama sekitar 2 tahun yang lalu yang berawal dari patahnya gorong-gorong kecil yang ada di bawah badan jalan. Namun keadaan jalan belum amblas seperti saat ini, hanya mengakibatkan tergenangnya air di sebelah kiri jalan yang terdapat anak Sungai Mapur,” papar Sugiaharto.
Karena tidak ada tindakan dari instansi terkait, lanjutnya, pada musim hujan air, yang tergenang tersebut menyebabkan jalan inipun amblas seperti saat ini.
“Saya sangat berharap pemerintah Propinsi dan Pusat dapat menyegerakan perbaikan jalan ini. Saya juga mengimbau warga yang membantu menertibkan arus lalu lintas disekitar jalan dilakukan secara sukarela tanpa adanya unsur yang lain,” tutup Sugiharto. (azw)











