Muaraenim, Sumselupdate.com – Kondisi bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Hikmah di Desa Muara Gula Lama, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muaraenim, sangat memprihatinkan.
Puluhan tahun tak tersentuh perbaikan, mengakibatkan tiga lokal kelas rusak parah dan sangat tidak layak untuk proses belajar mengajar.
Tiga lokal kelas tersebut ruang kelas 1, 5, dan 6, plafon dan dinding sudah lapuk termakan usia, sehingga jebol dan bolong.
Mirisnya lagi, saat hujan para siswa terpaksa harus menghindar dari tetesan air hujan agar buku sekolah tidak basah.
Bahkan jika hujan sangat lebat, proses belajar mengajar diliburkan. Selain itu, akibat kurangnya ruang kelas, siswa kelas 1 terpaksa harus berbagi sekat kelas dan menumpang di ruang kelas 2.
Kurang lebih dua tahun ini pihak sekolah sudah mengajukan rehabilitasi ke pihak Kemenag Muaraenim. Namun hingga saat ini belum disetujui, karena terkendala persetujuan bantuan Kemenag RI.
Kepala MI Darul Hikmah, Zairin didampingi Ketua Komite, Abu Sanah mengatakan, lebih dari 100 siswa belajar di MI Darul Hikmah.
Bangunan MI yang didirikan sejak tahun 1963 dan terakhir kali mendapat perbaikan pada tahun 1990-an.
“Sudah puluhan tahun tidak direhab. Kita sudah mengajukan bantuan rehab pada Kemenag Muaraenim. Namun masih terkendala karena belum mendapat persetujuan pusat,” ujar Zairin, Rabu (29/3/2017).
Saat diajukan permohonan bantuan, pihak Kemenag Muaraenim mengaku, sudah mengajukan ke Kemenag RI tapi karena anggaran belum ada sehingga proses perbaikan kembali dibatalkan.
Terpisah, Kades Muara Gula Lama Ripul Padri berharap pemerintah segera membantu memperbaiki bangunan madrasah karena pihak MI Darul Hikmah terkendala dana.
“Anak-anak di desa kami rata-rata bersekolah di MI Darul Hikmah. Jadi keberadaan MI sangat penting. Jangan sampai bangunan madrasah terus dalam kondisi memprihatinkan,” ujar Ripul.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag RI HM Abdu mengatakan, sebenarnya banyak madrasah yang mengajukan bantuan rehab kepada Kemenag.
“Namun karena anggaran dari pusat juga terbatas jadi ada saja madrasah yang belum kebagian bantuan. Tapi kita sudah mengajukannya ke pusat untuk ditindaklanjuti,” terang Abdu. (azw)











