PALI, Sumselupdate.com – Lonjakan pertumbuhan penduduk sering dianggap remeh. Padahal jumlah penduduk yang banyak menimbulkan masalah, apalagi penduduk itu tidak berkualitas.
Melihat fenomena itulah, maka Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten PALI menggelar sosialisasi penekanan laju pertumbuhan penduduk dengan moto ‘Ayo Cegah Pernikahan Dini’.
Selain sosialisasi penekanan laju penduduk, juga dilantik pengurus Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (FAPSEDU) dan Koalisi Indonesia untuk Kependudukan, di gedung Serbaguna Pendopo, Kamis (23/3/2017) kemarin.
“Kependudukan sering dianggap remeh. Padahal di setiap negara menjadi masalah dalam pembangunan. Apalagi sekaranh banyak anak yang tidak berkualitas. Dan itu menjadi permasalahan, yang serius” ucap Wakil Bupati (Wabup) PALI, Ferdian Andreas Lacony, S Kom, M Si, dalam kata sambutannya.
Sebenarnya, terang Politisi PDI Perjuangan ini, lonjakan penduduk bisa dicegah dengan menghindari pernikahan usia dini dan ikut program Keluarga Berencana (KB).
“Bisa juga dengan cara mengatur kelahiran, agar bisa mencetak generasi handal dan berkualitas. Makanya, dalam menjadikan keluarga yang berkualitas salah satunya dengan mengikuti program KB dua anak cukup,” terangnya.
Namun sayangnya, beber Ferdian, dalam pencegahan pernikahan usia dini dan program KB sering berbenturan dengan norma agama. Belum lagi ada pepatah lama semakin banyak anak semakin banyak rejeki.
“Kita harus bijak dan melihat dampak ke depannya. Seperti pernikahan dini yang efeknya, mereka belum siap berumah tangga. Hal ini bisa dicegah dengan peran darj kita dan perlunya kerjasama semua pihak terutama peran orang tua,” bebernya.
Ferdian berpesan agar pengendalian penduduk terus disosialisasikan, sehingga masalah kependudukan cepat diselesaikan.
“Jadi dengan adanya kepengurusan FAPSEDU saya berharap akan membangkitkan kesadaran kita agar benar-benar memperhatikan anak-anaknya,” pesannya.
Sementara, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sekaligus Ketua FAPSEDU Sumsel, Prof DR H Waspi Ibrahim memuji pertumbuhan penduduk di Kabupaten PALI.
“Sudah cukup bagus, dimana dari data yang saya dapat, jumlah anggota keluarga di PALI rata-rata 4 sampai 5 orang. Ini sudah cukup bagus, maka harus kita pertahankan. Tapi, kita sedikit khawatir yakni masih ada pasangan usia subur yang di bawah 20 tahun, karena di usia ini tergolong muda,” katanya.
Diterangkannya, percuma kalau jumlah penduduk banyak namun tidak berkualitas.
“Nantinya akan jadi beban dan berpengaruh pada lingkungan apabila jumlah penduduk banyak namun tidak berkualitas,” terangnya.
Kepala DPPKBPPPA PALI, Dra Yenni Nopriani berharap dengan pelantikan kepengurusan FAPSEDU Kabupaten PALI serta seminar penekanan laju pertumbuhan penduduk, ke depan pertumbuhan penduduk di PALI bisa ditekan demi terwujudnya PALI Sejahtera.
“Masyarakat sejahtera berawal dari keluarga kecil yang bahagia,” ucap Yenni. (adj)











