PALI, Sumselupdate.com – Kenaikan tarif dasar listrik yang telah ditetapkan pemerintan per 1 Januari 2017 lalu, ternyata tidak diimbangi pelayanan yang baik kepada pelanggannya.
Seperti yang terjadi Rabu (15/2/2017) di Kota Pendopo, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Di mana aliran listrik mengalami pemadaman. Tidak tanggung-tanggung, padamnya aliran listrik tersebut dalam satu hari dua kali. Antara pukul 13.00 sampai dengan pukul 16.00. Kemudian, antara pukul 17.00 hingga pukul 18.47 WIB.
Kondisi buruknya pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Kota Pendopo tersebut sangat dikeluhkan warga setempat.
Salah satunya dikemukakan Rando (35), warga Pendopo, Kecamatan Talang Ubi. Kepada media ini, Rando menyayangkan pihak PLN yang tidak mengimbangi pelayanannya yang sering memadamkan listrik.
“Padahal bayaran listrik sudah mahal, tapi sayangnyo masih sering mati. Apalagi pemadamannyo tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya,” ujar ayah dua orang anak ini dengan kesal.
Dirinya juga tidak menyetujui kenaikan tarif yang ditetapkan pemerintah tersebut.
“Ini ‘kan terbukti, tarif listrik naik terus tetapi pelayanannya tidak ada perubahan, bahkan malah tambah parah. Harusnyo pemerintah jangan maen asal naek bae. Kami berharap pemerintah kabupaten PALI segera memberikan solusi terhadap kondisi PLN di Kabupaten PALI,” sambungnya.
Ditambahkan oleh Dede (42), warga Golf, Kelurahan Handayani Mulya. Dirinya merasa dirugikan dengan sering padamnya listrik di Kabupaten PALI.
“Jelas rugi lah Pak usaha fotocopy kami. Jadi tidak laku karena mati lampu ini. PLN di Pendopo ini cak dak katek otak, seharian ini mati tanpa ngasih tahu dulu. Cak mano PALI nak datangke investor kalu sering mati lampu cak ini,” gerutunya.
Sementara itu, Ikhsan, Manajer PLN Pendopo Cabang Lahat ketika dikonfirmasi belum mengetahui penyebab padamnya listrik di Pendopo.
“Belum tahu infonya kita sedang hubungi gardu induk dulu, terimakasih,” jelasnya ketika dihubungi via Whatsapp. (adj)











