Visa Ziarah Jadi Modus TKI Illegal Berangkan ke Luar Negeri

Minggu, 12 Februari 2017
Ilustrasi TKI

Jakarta, Sumselupdate.com – Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia tengah mengusut upaya pemberangkatan TKI ilegal menggunakan modus visa ziarah. Hal ini terungkap usai pihak imigrasi mencegah 30 WNI yang berangkat ke luar negeri tanpa alasan yang jelas.

“Untuk modus visa ziarah ini yang pertama, tapi ada juga yang menggunakan visa formal. Dari yang kita tangkap itu sedang diinvestigasi karena kebanyakan menggunakan visa lain, termasuk di tiga bandara besar Soekarno-Hatta, Kualanamu Medan, dan Ngurah Rai-Bali,” ujar Kabag Humas dan Umum Dirjen Imigrasi Agung Sampurno dikutip dari detik.com, Minggu (12/2/2017).

Read More

Menurut Agung, untuk masalah ini pihaknya masih akan melakukan penyelidikan independen. “Karena ini kasus keimigrasian, jadi masih dilakukan oleh penyidik imigrasi secara independen. Tapi kalau dalam pengembangannya ditemukan tindak pidana lain bisa segera dikoordinasikan ke polisi,” jelasnya.

Agung mengakui sebelum kasus ini terungkap sudah ada beberapa WNI yang berangkat dengan modus serupa. Menurutnya banyak kemungkinan rute yang digunakan oleh para penyelundup untuk memberangkatkan TKI ilegal.

“Sudah ada yang berangkat dan masalahnya keberangkatan ini tidak bisa ditelusuri. Karena untuk bisa sampai negara tujuan bisa normal atau ilegal, selain itu untuk berangkat ke negara tujuan ada yang menggunakan direct flight dan transit di beberapa negara,” jelasnya

“Jadi misal tujuannya Arab, kan ada penerbangan yang direct tapi bisa juga mereka transit dulu, sehingga terkesan ingin melancong dulu dan setibanya di sana sudah ada yang mengorganisir untuk berangkat lagi untuk lanjut ke Timur Tengah,” tambahnya.

Untuk mencegah itu semua, dilakukanlah upaya intercept di pintu imigrasi di bandara-bandara besar. “Operasi intercept kemarin itu salah satu upaya pencegahan kita. Karena kalau sudah sampai ke luar negeri tentu lebih sulit lagi, makanya kita cegah di pintu-pintu besar imigrasi,” lanjutnya. (pto)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts