Baturaja, Sumselupdate.com –Mulai merangkaknya harga jual karet, belum sepenuhnya membuat petani karet khususnya di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) tersenyum lebar.
Pasalnya, kenaikan harga karet masih terbilang cukup rendah, apalagi produksi menurun lantaran cuaca tak menentu.
Pantauan Sumselupdate.com di Kecamatan Peninjauan, OKU, harga getah karet baru mencapai Rp7.000 per kilogramnya.
Di kawasan Batumarta, Kecamatan Lubuk Raja, harga getah karet cuma Rp6.500 per kilogram. Sedangkan di Desa Penyandingan, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, harga getah karet paling tertinggi mencapai Rp6.300 per kilogram.
“Allhamdulillah naik, tapi produksi malah turun karena pengaruh cuaca,” keluh Nasir, warga Peninjauan, Minggu (24/4).
Senada dikatakan Naim, warga Batumarta. Menurutnya, rendahnya harga getah karet di Batumarta jika dibandingkan dengan kawasan lain lantaran kualitas getah karet kurang baik.
“Rendahnya harga karet dibandngkan di tempat lain karena kualitas karet di sini dinilai kurang sebagus di Ogan,” ujar Naim.
Dikatakan warga unit 12 itu, kenaikan harga karet sudah jarang terjadi. Hal itu, dikatakannya bukan terjadi di daerahnya saja, melainkan seluruh kawasan yang memiliki tanaman tersebut.
Jika dibnadingkan dengan harga karet beberapa tahun lalu, harga getah karet sekarang ini masih terbilang rendah.
“Lumayan sudah naik sedikit dibanding kemarin-kemarin harga jatuh sampai empat ribu per kilogram,” jelasnya.
Sementara salah seorang petani di Kecamatan Sosoh Buay Rayap yang enggan namanya ditulis mengaku, harga jual getah karet merosot hingga Rp5.100 per kilogram lantaran produksi getah mengalami penurunan.
Hal itu dipicu banyaknya daun pohon karet yang gugur. Sehingga mempengaruhi produksi getah. “Biasanya sampai 100 kilogram per hektar. Tapi karena daun banyak yang gugur, produksi menurun mencapai 30 kilogram per hektar,” pungkasnya.(yan)











