Palembang, Sumselupdate.com
Rapat koordinasi pungutan liar di Jalan lintas Prabumulih-Muaraenim di DPRD Sumsel yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Nopran Marjani, Senin (1/2), akhirnya menghasilkan empat poin kesepakatan.
Dalam rapat tersebut, hadir Walikota Pagaralam, Ida Fitrianti, Ketua DPRD Sumsel, Giri Ramanda, Kadishubkominfo Sumsel H Nasrun Umar, Asisten 1 Prabumulih dan Kabag Ops Polres Prabumulih, Dirlantas Polda Sumsel, Kombes Pol Bambang Pristiwanto, dan Sekda Sumsel Mukti Sulaiman.
Inti dari rapat koordinasi itu, angkutan sayur di Pagaralam bebas melintas tanpa dipalak termasuk melewati Prabumulih, jika ada pemalakan maka aparat kepolisian akan bertindak. Selanjutnya keputusan ini menurut Nopran berlaku sampai sekarang dan seterusnya dan tidak berlaku sesaat.
Walikota Pagaralam Ida Fitrianti menyambut baik keputusan tersebut. “Sebelumnya sempat terganggu, di mana sayuran tidak dipanen dan sempat pula harga telur naik, karena mobil angkutan mogok. Alhamdulilah sudah diputuskan tinggal sama-sama pelaksanaan di lapangan termasuk kawan-kawan wartawan ikut memantau supaya ini seterusnya keamanan perjalanan truk pengangkut sayur dan sembako,” katanya.
Sedangkan Koordinator sopir truk sayur, Robert mengatakan, terkait dengan pungli tersebut mereka sudah ke Polres Pagaralam agar menyampaikan hal itu ke Polres Prabumulih, dan sudah dapat tanggapan dengan baik sehingga bisa berjalan seperti biasa.
Sekarang ini jajaran kepolisian Prabumulih sudah melakukan pengawalan dua malam terbuka dan tertutup. “Satu malam tidak ada pengawalan, tetapi perjalanan baik-baik saja, karena yang penting kami bisa mencari makan,” katanya.
Menurutnya, selama ini sudah sekitar enam bulan kalau melintas di Prabumulih kena pungli yang besarannya bermacam-macam mulai Rp100 ribu sampai Rp150 ribu pulang dan pergi, karena itu mereka sudah tidak tahan lagi. (erk)
Angkutan Sayuran Pagaralam Dipastikan Tidak Lagi Dipalak
Senin, 1 Februari 2016











