Syamsuri, Sukses Pembenihan Ikan Karena Ulet dan Berwawasan

Minggu, 5 Februari 2017
Syamsuri

Pangkalan Balai, Sumselupdate.com – Usaha pembenihan ikan ternyata membutuhkan keuletan dan pengetahuan yang memadai. Meski demikian, jika berhasil, hasilnya juga sangat menggiurkan.

Hal ini seperti diceritakan oleh Syamsuri (58), pelaku usaha pembenihan ikan di daerah Pasir Putih, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin. Pria asal Jakarta ini mengaku telah “jatuh cinta” pada usaha pembenihan ikan sejak 28 tahun lalu.

“Sebelumnya di Jakarta saya telah cukup lama menekuni usaha ini. Di sini (Pasir Putih) baru berkisar 17 tahun”, ujar Syamsuri kepada Sumselupdate.com, Sabtu (4/2).

Syamsuri yang berlatar belakang sarjana ekonomi  ini mengaku, usaha ini dipilih karena di samping hobi, juga karena melihat usaha ini mendatangkan untung cukup besar.

“Sebagai gambaran, dalam satu siklus pembenihan 1-2 bulan saya rata-rata bisa memproduksi 1-3 juta ekor dengan hasil penjualan mencapai 540 juta. Kalaupun dipotong biaya produksi berkisar 30%, hasilnya masih sangat menguntungkan”, jelasnya.

Untuk dapat sukses seperti sekarang ini, Syamsuri mengaku tidak mudah. Keuletan dan pengalaman, diakuinya, sangat menentukan.

“Pengalaman saya pernah bekerja di perusahaan budi daya udang milik perusahaan asal Taiwan di Jakarta sangat membantu. Selain itu, proses peningkatan wawasan dan praktik pembenihan selama puluhan tahun juga menentukan”, urainya.

Khusus dalam pembenihan ikan patin misalnya, ia mempelajarinya selama tiga tahun. Karenanya, tak heran jika dia terlihat begitu menguasai seputar jenis dan karakter ikan ini, bagaimana air yang dibutuhkan, teknik pemijahan, hingga proses pembesaran larvanya.

“Kunci sukses lainnya adalah tahu tentang air. Jangan berharap sukses budi daya ikan kalau dia tidak tahu air yang dibutuhkan ikan”, ujar dia memberikan tips.

Lokasi pemijahan ikan

Dalam kesempatan ini, Sumselupdate.com pun diajaknya untuk melihat tempat penetasan telor menjadi larva ikan. Tempat itu berupa gedung ukuran sekitar 6×10 bernuansa gelap. Di dalamnya terdapat puluhan baskom fiber berukuran besar yang terhubung dengan high blower. Di sini, telor yang menetas menjadi larva dipelihara selama kurang lebih 15 hari. Setelah itu, benih ikan ditabur di beberapa kolam pemberokan yang terletak di samping gedung itu sampai ukuran tertentu hingga memenuhi standar untuk dijual.

Bibit yang dijual Syamsuri adalah benih ikan patin Siam dan ikan lele Sangkuriang. Sejauh ini benih habis terjual untuk pemenuhan kebutuhan benih ikan di Sumatera Selatan.

Kolam pemberokan benih

“Harga jual benih ikan patin untuk partai 50 ribu-150 ribu ukuran 1 – 2,5 inch adalah 125 per ekor, 2,5 – 3 inch Rp 180 per ekor, dan 3 inc- 4 inch Rp 250 per ekor. Kita juga bantu penanganan dan garansi jika ada permasalahan pada benih ikan yang dibeli konsumen,” sebutnya.

Pria yang berobsesi bisa merambah bisnis ekspor ikan ke mancanegara khusus untuk ikan hias underwater Indonesia ini juga berharap agar Pemerintah melalui Balai Benih Ikan (BBI) dapat lebih maksimal dalam membantu petani, terutama dalam penyediaan bibit ikan yang berkualitas dan ekonomis.

“Bumi Sriwijaya itu secara geografis memiliki banyak sungai dan air sangat potensial untuk usaha budi daya ikan.  Tinggal masih butuh sentuhan SDM-nya,” pungkasnya. (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts