PALI, Sumselupdate.com – Penyelesaian jembatan Payuputat yang menghubungkan Kota Prabumulih dengan Kabupaten PALI ternyata berdampak luas. Jembatan yang dibangun dengan biaya Rp 55 Milyar itu bukan hanya akan memicu perekonomian Kabupaten PALI semata. Tapi bisa memangkas jarak Prabumulih menuju Lubuklinggau.
Sebagai dampaknya, jalur Prabumulih-Lubuklinggau yang biasanya ditempuh 6-7 jam bisa dipangkas menjadi tiga jam saja.
Pada tahun 2017 ini seluruh jalan dari Jembatan Payuputat menuju Talang Ubi akan menjadi mulus. Sehingga jarak tempuh Prabumulih menuju Talang Ubi bisa ditempuh tidak sampai 40 menit.
Hal ini diakui oleh Bupati PALI Ir. H. Heri Amalindo. Mantan Kepala Dinas PU Bina Marga Propinsi Sumatera Selatan ini mengakui bila pihaknya sudah merencanakan akan melakukan pengecoran jalan dari Talang Ubi menuju jembatan Payuputat.
“Setelah jembatan Payuputat selesai, kita akan membangun ruas jalan dari Payuputat menuju Talang Ubi,” terang Heri.
Jalur jalan ini menurut Heri sangat penting untuk memicu pertumbuhan ekonomi di Kabupaten PALI. Dengan mudahnya akses jalan masuk, secara otomatis akan memudahkan masyarakat dalam menjalankan usahanya. Hasil pertanian akan lebih mudah dijual dan akan membuka peluang usaha baru di daerah yang dilintasi jalan itu.
“Kalau jalan Prabumulih-Talang Ubi selesai, baru kita pikirkan untuk membangun jalan dari Talang Ubi menuju Musi Rawas atau Lubuklinggau,” tambahnya.
Dengan dipangkasnya waktu tempuh Prabumuluh-Lubuklinggau, Heri optimis Kabupaten PALI akan menjadi pusat perlintasan masyarakat Sumsel dan menjadikan PALI menjadi sentra perekonomian baru di Sumsel.
“Apalagi dari ruas jalan itu bisa berbelok menuju Sekayu yang bisa ditempuh hanya dalam satu jam saja. Ini bisa berdampak luas bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelas Heri. (adj)











