Washington DC, Sumselupdate.com – Donald Trump akan diambil sumpah jabatannya sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) pada hari Jumat (20/1) waktu setempat. Pelantikan Trump juga diwarnai aksi protes dari ribuan pengunjuk rasa.
Dilansir detikcom dari Reuters, Jumat (20/1/2017), demonstran memblokir salah satu pintu masuk ke lokasi pelantikan berlangsung. Tidak disebutkan lokasi pasti pintu masuk yang diblokir demonstran.
Dari foto terlihat mereka membawa spanduk-spanduk berisi penolakan mereka. Beberapa di antara demonstran juga tampak duduk mengelilingi pintu masuk tersebut dengan saling bergandengan tangan.
Sebelumnya diberitakan aksi protes itu juga diikuti aktor-aktor Hollywood seperti Robert de Niro dan Alec Baldwin, sutradara peraih Oscar, Michael Moore dan penyanyi terkenal Cher.
Bersama warga New York lainnya, mereka berdemo di dekat gedung Trump International Hotel yang berada di kawasan Central Park South.
Selain di New York, demonstran juga melakukan aksi protes di Tokyo, Jepang dan Manila, Filipina. Mereka membawa spanduk dan lilin mengungkapkan kecaman mereka terhadap pelantikan Trump.
Diperkirakan 800 ribu orang akan berkumpul di National Mall, Washington DC, untuk menyaksikan langsung pelantikan Trump dan Mike Pence sebagai Presiden dan Wakil Presiden AS.
Trump akan diambil sumpah jabatannya di Gedung Capitol dan dibimbing oleh Ketua Mahkamah Agung AS, John Roberts.
Dilantik pada usia 70 tahun, Trump akan menjadi pria paling tua yang menjabat sebagai Presiden AS.
Tidak hanya itu, Trump juga mencetak sejarah sebagai Presiden AS pertama yang terpilih tanpa pernah memegang jabatan publik, baik dalam pemerintahan maupun militer, sebelumnya.

Sebelumnya, pelantikan Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) diwarnai aksi protes. Tak hanya di Washington DC, AS, protes massa tersebut juga dilakukan di beberapa negara.
Beberapa ratus orang yang didominasi ekspatriat Amerika menggelar aksi protes pelantikan Trump di Tokyo, Jepang. Beberapa orang membawa lilin elektrik dan yang lainnya membawa poster bertuliskan “Love Trumps Hate” dan “Women’s Rights Are Human Rights”. Mereka melakukan longmarch sepanjang jalan menuju pusat kota.
“Kepresidenan Trump menaikkan darahku.. apa yang kita nilai berharga bisa hilang. Sekarang adalah waktunya untuk menyuarakan pikiran dan perhatianmu demi kebaikan nilai yang kita junjung di Amerika,” ujar guru seni, Bill Scholer, di lokasi itu.
“Aku tumbuh di tahun 1960, dan aku merasa kita akan mundur, sekarang aku cemas jika kita akan kehilangan seluruh perkembangan yang telah kita raih selama beberapa tahun ini,” ujar Holly Thompson yang berprofesi sebagai seorang penulis itu.
Aktivis perempuan berencana mengadakan protes di berbagai kota di Asia pada Sabtu (21/1). Di Filipina aksi protes diikuti oleh 200 demonstran di depan kedutaan Amerika Serikat di Manila.
Beberapa orang membawa papan meminta tentara AS meninggalkan Filipina sementara yang lain membakar bendera kertas AS dengan wajah Trump.
Warga AS yang tinggal di Filipina yaitu Omar Tiwana, Tim Ortiz, dan Donald Goertzen menyalakan lilin dan membawa poster memprotes pelantikan Trump. Mereka menggelar protes di luar pemakaman Amerika di kota Taguig.
Sementara itu aksi protes di AS digelar di beberapa tempat seperti di luar Hotel Internasional Trump dan Menara di Columbus Circle, Manhattan, New York. Di tempat lain massa melakukan long march di sepanjang rute parade pelantikan Trump di luar Hotel Internasional Trump di Pennsylvania Avenue di Washington. (hyd)











