Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Sumatera Selatan mengharapkan melaui Pelatihan Pengajar Training of Trainer (ToT) Nilai-Nilai Kebangsaan bagi Dosen, Guru dan Widyaiswara di Prov Sumsel Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Lemhanas RI, akan semakin meningkatkan nilai-nilai kebangsaan terhadap para pesertanya.
Asisten Administrasi & umum, Prof DR H Edwar Juliartha, selasa (6/3/2018) di Hotel Novotel Palembang menyampaikan Nilai-Nilai Kebangsaan merupakan bentuk pengetahuan tentang ilmu kebangsaan, yang mana nilai tersebut sangat penting dalam membangun sisi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai dengan dasar Negara yakni Pancasila.
Disampaikannya nilai kebangsaan tersebut terkandung makna dalam Negara kesatuan Republik Indonesia sebagai berikut:
Pertama nilai kesatuan wilayah sebagai konsekuensi dari Negara Kepulauan, Perairan sebagai pemersatu bangsa dari pulau-pulau bukan sebagai pemisah.
Kedua nilai persatuan bangsa sebagai konsekuensi bangsa yang Plural , multi suku, agama dan budaya.
Ketiga nilai kemandirian dalam membangun bangsa dalam kekuatan sendiri, bantuan luar negeri dengan cara tidak mengikat, memperkuat integritas bangsa dan mengurangi kekurangan secara nasional.
“Nilai luhur yang terkristalisasi dalam Pancasila, sebagai dasar dan ideologi Negara telah menjiwai dan membangkitkan semangat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang gagah dan berani merebut kemerdekaannya dari jajahan Belanda dan Jepang,” jelasnya.
Menurutnya Tiga Tonggak sejarah yaitu Kebangkitan Nasional 20 mei 1908, Sumpah Pemuda 1928, dan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 membuktikan bahwa Indonesia mampun berdiri sendiri di atas kemerdekaan yang berkedaulatan.
“Pada hakekatnya membangun jati diri bangsa merupakan nilai-nilai luhur, yang dipancarkan dari hati nurani melalui mata hati kita dan refleksikan dalam fikiran serta prilaku,” sebutnya.
Menurutnya, Jati diri merupakan identitas yang membedakan kualitas suatu individu sedemikian rupa sehingga diakui suatu prilaku yang mebedakan antara individu dan entitas lainnya, jati diri mencerminkan individu atau entitas yang selalu konsisten dalam menghadapi setiap masalah.
Jati diri merupakan tolak ukur yang berdasarkan sikap individual dan tingkah laku baik pribadi atau kelompok.
Lebih lanjut, Pendidikan merupakan sasaran dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dalam proses pembelajaran agar peserta didik memiliki kekuatan spiritual, keagamaan pengendalian diri, serta kepribadian yang memiliki akhlak mulia dan keterampilan yang diperlukan diri secara pribadi, bagi masyarakat, serta bagi Bangsa dan Negara.
“Kita harapkan peserta yang terdiri dari Para Dosen, Guru dan Widyaiswara dapat menjadi agen prubahan dalam mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan di Sumatera Selatan, yang nantinya dapat diserapkan kembali kepada para Siswa, Mahasiswa, dan generasi muda bangsa. (adi)











