Muaraenim, Sumselupdate.com – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Muaraenim, Mariana menyebutkan, hingga April 2018 sudah 26 desa tersebar di wilayah Bumi Serasan Sekundang, memiliki perpustakaan desa.
Ditargetkan hingga akhir tahun ini 50 desa memiliki perpustakaan.
“Saat ini sudah 26 desa yang punya perpustakaan. Kita harap lima tahun ke depan semua desa di Kabupaten Muaraenim semuanya ada perpustakaan desa,” ungkap Mariana dibincangi di sela lomba pidato dan mendogeng tingkat SLTP sederajat Tahun 2018, di Ballroom Hotel Griya Serasan Sekundang Muaraenim, Rabu (4/4/2018).
Perpustakaan desa tersebut, kata dia, untuk mendorong minat baca di kalangan masyarakat, sehingga setiap desa wajib memilikinya.
Untuk membangun perpustakaan tersebut, kepala desa bisa memanfaatkan Alokasi Dana Desa (ADD).
“Pembangunan perpusatakaan desa masuk salah satu program prioritas dalam R-ABPDES tahun 2018, sebagai upaya pemerintah meningkatkan minat baca dan mencerdaskan penduduk di desa. Jadi pemerintah desa wajib memasukan program pembangunan perpusatakaan desa,” kata Mariana.
Teknisnya, kata Mariana, pemerintahan desa akan menganggarkan alokasi untuk perpustakaan. Desa juga harus menyediakan tempat sebagai ruang baca serta sejumlah buku-buku untuk dijadikan bacaan bagi masyarakat.
“Ruang baca yang maksud bisa dibangun baru atau memanfaatkan balai desa ataupun kantor kepala desa setempat. Tentu hal ini disesuaikan dengan besaran Dana Desa yang diterima tiap masing-masing desa,” jelasnya.
Dengan diprioritaskan desa memiliki perpustakaan, pihaknya optimis seluruh masyarakat desa khususnya anak-anak semakin dekat dengan buku.
“Harusnya melalui program ini sebanyak 245 desa di Muaraenim telah memiliki perpustakaan,” katanya lagi.
Mengenai pengadaan buku-buku bacaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Muaraenim juga akan memberikan bantuan buku baru bagi perpustakaan desa.
“Di akhir tahun lalu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan telah menyalurkan bantuan buku, dan terbaru 6 desa telah menerima bantuan komputer untuk perpustakaan desa dari Coca-cola Company,” pungkasnya.(azw)











