Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah kota Palembang melalui sekretaris Daerah H Harobin, akan menggelar ground breaking Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada 2 November mendatang.
Hal demikian diungkapkan sekretaris Daerah Palembang H Harobin, saat menggelar rapat persiapan Ground Breaking Pengelolaan Instalasi Air Limbah kawasan Sungai Selayur. Kamis(26/10/2017) ruang rapat balai kota setda Palembang.
Rapat dihadiri kepala OPD DLHK, Kasat Pol PP, Kadis PU PR serta OPD terkait lainnya.
“Rapat hari ini kita membahas persiapan Ground Breaking Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah kawasan Sei selayur, alhamdulillah dari rapat Ini kita dapat memastikan pada 2 November mendatang akan digelar ground breaking,” Ungkap Sekda Palembang Harobin
Pembangunan IPAL ini tak lepas dari bantuan dana hibah yang diberikan Pemerintah Australia sebesar 45 juta dolar bersama Team Leader Pemerintah Australia, Ronal Van Koler.
“Ya mereka menilai Pemkot Palembang fokus dalam lingkungan hingga mendapatkan dana hibah tersebut,” katanya.
Menurutnya, Perjanjian Pekerjaan Kontruksi Pembangunan IPAL (Hibah Australia) dan relokasi IPAL dituangkan dalam bentuk mou (Paket A1) No. 05/SPK/PPK-IPAL/APBD-DPUPR/2017 beberapa waktu lalu.
“Saat ground breaking tanggal 2 November mendatang akan dihadiri langsung Kedubes Australia,” ujarnya lagi.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Palembang Saiful mengatakan pembangunan IPAL Sei Selayur sendiri tengah memasuki tahap sosialisasi.
“Pemerintah tengah melakukan sosialisasi rencana pembangunan tersebut, termasuk relokasi warga agar bisa berjalan sesuai rencana,” beber Saipul.
Dilanjutkan Saipul, Proyek IPAL Sei Selayur memakan total dana sebesar 500 M yang akan dibangun di atas lahan 5,7 H dan akan berlangsung hingga 2022.
“Untuk merealisasikan pembangunan tersebut, Pemkot sudah merampungkan pembuatan DED sambungan rumah tangga,” ungkapnya
Beberapa tahapan telah dirampungkan tambah Saipul, diantaranya Detail Engineering Design untuk membuat 12.000 sambungan rumah tangga dalam konteks semakin meningkatkan akses air bersih masyarakat perkotaan.
Kemudian yang tak kalah penting dalam tahapan itu yakni kesepakatan mengenai skema pendanaan sistem reimburse. Untuk itu, pendanaan akan menggunakan kombinasi antara dana APBD dan APBN untuk kemudian diganti oleh Australia setelah menyelesaikan proses pelaporan.
“Dengan hadirnya IPAL perkotaan ini, diharapkan air sungai menjadi lebih jernih karena telah melalui proses penyaringan sebelum dibuang ke sungai. Dampak positif lainnya, pekerjaan PDAM Tirta Musi akan lebih ringan dalam permurnian air bakunya,” pungkasnya. (yud)











