159 Kali Kebakaran Lahan di Palembang, Pemkot Soroti Dugaan Pembakaran Sengaja dan Siapkan Sanksi Tegas

Writer: - Senin, 24 Agustus 2026
Kondisi kabut asap menyelimuti Jalan Letjen Harun Sohar, Palembang, Senin (24/8/2026). Kabut asap terlihat mengurangi jarak pandang di sejumlah ruas jalan di tengah meningkatnya kejadian kebakaran lahan. (Foto; Sumselupdate.com/Fitria NIngsih)

Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memperketat pengawasan terhadap kebakaran lahan yang terjadi berulang di sejumlah wilayah. Penegakan hukum (Gakkum) juga disiapkan apabila ditemukan bukti adanya unsur kesengajaan dalam pembakaran lahan.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, pengawasan harus diperkuat terutama di wilayah yang memiliki tingkat kejadian kebakaran lahan cukup tinggi.

Read More

“Gakkum sudah diminta dioptimalkan dan ada pengetatan. Saya minta Satpol PP, Kominfo, dan di tempat-tempat tertentu, khususnya kebakaran lahan, camat benar-benar memonitor potensi kebakaran lahan yang berulang,” kata Ratu Dewa usai rapat koordinasi penanganan Karhutla, Senin (24/8/2026).

Ia menekankan pentingnya dokumentasi setiap kejadian kebakaran lahan. Foto dan video di lokasi diperlukan sebagai bukti untuk mendukung langkah penindakan apabila ditemukan indikasi pembakaran yang disengaja.

“Sehingga ada bukti video, foto, sehingga Satpol PP bisa bertindak dan bisa dibawa ke Gakkum. Jangan sampai tidak ada bukti tetapi kemudian menyalahkan masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan data Pemkot Palembang hingga Agustus 2026, tercatat 159 kejadian kebakaran lahan. Kecamatan Alang-Alang Lebar menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 31 kejadian.

Selanjutnya Kecamatan Gandus 24 kejadian, Ilir Barat I sebanyak 20 kejadian, Kertapati 18 kejadian, dan Sukarami 17 kejadian.

Khusus sepanjang Agustus 2026, tercatat sebanyak 92 kejadian kebakaran lahan di Kota Palembang.

Ratu Dewa menilai tingginya kejadian di sejumlah wilayah menunjukkan adanya potensi kebakaran berulang. Pemkot juga mencermati dugaan faktor manusia dalam sejumlah kasus.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Palembang Ahmad Furqon mengatakan, hasil identifikasi di lapangan menemukan pola pembakaran yang dinilai mencurigakan.

“Memang banyak metode pembakaran. Pernah ada kejadian kita dapati lahan terbakar pukul 20.00 WIB di lahan kosong. Ini menjadi asumsi dibakar saat tidak ada aktivitas masyarakat,” kata Furqon.

Menurut Furqon, setiap terjadi kebakaran lahan, BPBD bersama tim pemadam kebakaran langsung melakukan penanganan untuk mencegah api meluas.

Namun, petugas juga menemukan sejumlah lokasi yang kembali terbakar dalam waktu relatif singkat setelah sebelumnya berhasil dipadamkan.

“Ada kegiatan pembakaran yang berulang di tempat tertentu, dalam dua atau tiga hari terbakar lagi di lokasi yang sama. Ini yang menjadi penekanan dari wali kota,” ujarnya.

Furqon mengatakan hingga saat ini belum ada pelaku yang dapat dipastikan sebagai pembakar lahan. Meski demikian, BPBD bersama tim terkait terus melakukan pemantauan untuk mengungkap kemungkinan adanya unsur kesengajaan.

“Sejauh ini belum ditemukan pelaku pembakar. Tetapi sesuai atensi wali kota, kita mencari jika ada unsur kesengajaan untuk ditindak dengan tegas. Imbauan juga dari Kapolda, kita sudah bentuk tim,” katanya.

Sejumlah lokasi tercatat mengalami kebakaran lahan berulang. Di Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, kebakaran di Jalan Mayor Jenderal Satibi Darwis tercatat terjadi tiga kali.

Di Kecamatan Gandus, kebakaran berulang terjadi di Jalan Soak Batok, Kelurahan Karya Jaya, sebanyak dua kali. Kemudian Jalan Milik sebanyak empat kali dan Jalan Talang Kepuh, Kelurahan Gandus, tercatat mengalami kebakaran hingga enam kali.

Sementara di Kecamatan Ilir Barat I, Kelurahan Bukit Baru menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian. Kebakaran di Jalan Tanjung Barangan tercatat sebanyak delapan kali, Jalan Tanjung Rawo dua kali, serta Jalan Tanjung Aur Mebeu tiga kali.

Di Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kelurahan Karya Baru, Jalan Kolonel Sulaiman Amin tercatat mengalami dua kali kebakaran berulang.

Lokasi lainnya berada di Kelurahan Jakabaring, Kecamatan Jakabaring, tepatnya di Jalan Gubernur H. A. Bastari yang tercatat tiga kali terbakar.

Sementara di Kelurahan Sri Mulya, Kecamatan Sematang Borang, kebakaran di Jalan Serang juga tercatat terjadi tiga kali.

Pemkot Palembang menegaskan pengawasan akan terus diperkuat untuk mencegah kebakaran lahan berulang. Setiap indikasi pembakaran yang disengaja juga akan ditindak sesuai ketentuan hukum apabila didukung bukti yang cukup.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts