Palembang, Sumselupdate.com – Petugas Gugus Tugas Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), sudah membawa empat belas warga negara asing (WNA) ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan, Sabtu (25/4/2020).
Sebelumnya, empat belas WNA asal Srilangka dan Banglades diisolasi di Masjid Nurul Hidayah di Jalan Tanjung Barangan, RT 005, RW 003, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat 1, Palembang.
Isolasi ini dilakukan lantaran tiga dari empat belas WNA ini dinyatakan positif rapid test pada pemeriksaan yang dilakukan pada tanggal 23 April 2020.
Ketua RT 005 Abdullah saat dihubungi Sumselupdate.com, malam ini mengatakan, empat belas WNA itu sudah seluruhnya dibawa ke rumah sakit.
Menurutnya, evakuasi dilakukan secara bertahap. Di mana tiga WNA asal Srilangka yang dinyatakan positif rapid test dievakuasi pagi tadi. Sedangkan sebelas rekannya dibawa ke rumah sakit siang harinya.
“Saya tidak tahu dibawa ke rumah sakit mana. Tapi mereka dibawa ke rumah sakit dilakukan secara bertahap,” kata Abdullah.
Sementara itu, sumber dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Selatan (Sumsel), para WNA tersebut sudah dilakukan pemeriksaan di RS BARI Palembang mulai sore tadi.
“Kalau yang sebelas WNA itu diperiksa kesehatan di RS BARI Palembang. Jadi tergantung hasil pemeriksaan akan dirujuk ke rumah sakit mana. Sedangkan yang tiga yang lainnya saya kurang tahu dirujuk ke rumah sakit mana, itu Dinkes Kota yang menanganinya,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Ayus Astoni ketika dihubungi untuk mengkonfirmasi masalah ini, menyarankan untuk menghubungi stafnya.
Namun nomor staf yang dimaksud belum bisa dihubungi lantaran ketika dikirim pesan melalui aplikasi WhatsApp belum direspon, sedangkan ketika ditelepon tidak diangkat.
Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Ayus Astoni mengatakan, ketiga warga negara asing itu diisolasi di Masjid Nurul Hidayah di Tanjung Barangan.
“Sudah diisolasi ketat oleh Tim Gugus Tugas kecamatan setempat di masjid tempat domisili mereka selama ini sambil menunggu pemeriksaan PCR swab,” katanya.
Ayus mengatakan, orang-orang yang dilakukan test tersebut bukan asli orang Palembang tetapi orang dari luar negeri. “Orang itu pendatang dan bukan asli Palembang,” tandasnya. (edo/iya)











