107 Kelurahan Anggarkan Rp100 Juta untuk Penanganan Covid

Sekda Kota Palembang Drs Ratu Dewa

Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Kota Palembang menyatakan tetap menganggarkan dana untuk penanganan Covid. Namun, selain itu, sesuai aturan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), mulai 2021 ini dana kelurahan yang dianggarkan dari APBD dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan, sesuai petunjuk pusat tersebut kedepan dibentuk pos komando tingkat kelurahan untuk penanganan Covid juga membuat dan mendata seluruh warga yang terkonfirmasi Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Semua akan terlibat ke dalam pos komando mulai dari Babinsa, Babinkantibnas, tokoh masyarakat, RT RW dan PKK. Pemerintah pusat menunggu dan harus sudah ada progress pada 22 Februari,” katanya, usai teleconference bersama Kemendagri, Selasa (9/2/2021).

Mulai tahun ini penanganan Covid-19 di tingkat kelurahan, akan dianggarkan menggunakan dana kelurahan. Selama ini belum dilakukan karena tergabung dengan Dinas Kesehatan, penanganan ekonomi di Dinas Perdagangan, bantuan sosial Dinsos.

Dewa mengatakan, hal ini merupakan instruksi Kemendagri dan Kemenkes, maka yang direcofusing anggaran yang ada di tingkat kelurahan. Sejauh ini anggaran kelurahan itu sudah tersedia, tapi peruntukannya lebih spesifik kepada penanganan Covid.

“Dana kelurahan dari APBD Rp100 juta setiap kelurahan untuk penanganan Covid-19 di tingkat kelurahan,” katanya.

Termasuk nanti ada beberapa anggaran yang harus di relokasi dan refocusing dana transfer pusat sebesar 8 persen. Ini sudah dilaksanakan baik DBH dan dana alokasi dari pusat.

Lalu, bagaimana Biaya Tidak Terduga (BTT) yang sebelumnya direlokasi untuk penanganan Covid-19, Dewa menegaskan dana tersebut akan tetap standby karena yang diperuntukkan sebagai dana tak terduga.

Menurutnya, sudah berapa kali refocusing untuk penyediaan anggaran penanganan Covid-19 dari masing-masing OPD dilakukan. Mulai dari Rp 140 miliar, kemudian di refocusing Rp 100 miliar, Rp 500 miliar.

“Tapi terakhir setelah dirincikan mengingat dipergunakan untuk item tertentu maka tahun ini refocusing dari OPD sebesar Rp 70 Miliar untuk penanganan Covid-19,” katanya. (Iya)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.