10 Muharram, Kapolda Sumsel-Wartawan Santuni 200 Yatim Piatu

ANAK YATIM-Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri bersama wartawan menyantuni anak yatim dan fakir miskin di Jalan Pangeran Sido Ing Lautan, Lorong Kebon Gede I, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II, Palembang, Sabtu (29/8/2020).

Laporan: Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com-Hari Asyura jatuh pada ke-10 bulan Muharram. Dalam tahun Hijriyah arti kata Asyura adalah kesepuluh.

Bacaan Lainnya

Nah, Momentum 10 Muharram 1442 Hijriyah dijadikan wartawan kriminal yang bertugas di Polda Sumsel bersama Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri menyantuni anak yatim dan fakir miskin di Jalan Pangeran Sido Ing Lautan, Lorong Kebon Gede I, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II, Palembang, Sabtu (29/8/2020).

Anak yatim menghadiri pemberian bantuan.

 

Ketua pelaksana Fauzi, SH, mengatakan, tanggal 10 Muharram merupakan Hari Raya Anak Yatim, di mana Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan umatnya untuk menyantuni anak yatim dan keluarganya.

“Untuk itu bagi kita umat Nabi Muhammad yang mendapatkan rezeki berlebihan agar menyisihkan sedikit rezekinya untuk menyantuni anak-anak yatim dan fakir miskin,” ujar Fauzi kepada Sumselupdate.com.

Suasana pemberian bantuan.

 

Dikatakan Fauzi, dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat menyayangi anak-anak yatim. Dan beliau lebih menyayangi lagi pada Hari Asyura, atau tanggal 10 Muharram.

“Dalam kitab Tanbihul Ghafilin bi-Ahaditsi Sayyidil Anbiyaa-i wal Mursalin Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa berpuasa para Hari Asyura niscaya Allah akan memberikan seribu pahala malaikat dan 10.000 pahala syuhada’. Dan barang siapa mengusap kepala anak yatim pada Hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya,” jelasnya.

Untuk santunan yang diberikan Fauzi menyebutkan berasal dari sesama rekan wartawan di Polda Sumsel dan mitra kerja, yakni Polda Sumsel dan jajaran.

“Uang santunan maupun beras yang diberikan kepada anak yatim dan fakir miskin berasal dari sumbangan sesama wartawan Polda Sumsel dan anggota Polda Sumsel itu sendiri,” katanya lagi.

Selain mencari keberkahan untuk kemajuan wartawan Polda Sumsel dan kepolisian, kata Fauzi, menyantuni anak yatim juga dilaksanakan simbol kepekaan sosial kepada sesama manusia yang tidak mampu.

“Selain itu sesuai hadist Nabi Muhammad, kita disunahkan dan dianjurkan untuk berpuasa selama tiga hari tanggal 9, 10, dan 11 Muharram atau Syura,” tutup dia. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.