PALI, Sumselupdate.com – Memasuki 10 hari aliran PDAM Tirta Lematang Cabang Pendopo Kecamatan Talang Ubi tak mengalir membuat masyarakat semakin gusar. Bahkan, tak jarang ada warga yang mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa karena menganggap perusahaan tidak becus bekerja.
“Bayangkan, ini sudah hari ke-10 air PDAM mati. Seluruh bak dan sumur penampungan kami sudah habis. Tapi, PDAM seperti cuek. Bahkan, tiap awal bulan tetap saja menagih,” tutur Sutiah (53).
“Bahkan kalau telat dipastikan terkena denda. Tapi kalau pihaknya yang salah tidak ada hukuman, itulah PDAM tidak becus memberikan pelayan kepada pelanggannya,” ujar warga Kelurahan Talang Ubi Selatan ini.
Dirinya juga mengaku, jika sampai dua hari ke depan air PDAM masih tetap tidak mengalir, maka dirinya akan mengajak warga untuk demo ke kantor PDAM.
“Sekarang kami harus mengeluarkan duit lebih besar lagi untuk membeli air tangki. Belum lagi harga sembako masih tinggi, kami minta pemerintah Kabupaten PALI tegas menyikapi hal ini dan segera memberikan solusi kepada kami,” pintanya.
Sementara itu Rusdi, Kepala PDAM Tirta Lematang Cabang Pendopo mengaku bahwa aliran air mati disebabkan generator yang berada di Desa Simpang Tais rusak karena konsleting listrik.
“Selain itu, banyak alat-alat PDAM sudah termakan usia dan sangat rentan rusak. Maka, bukannya kami tidak maksimal memberikan pelayanan, tapi kondisinya seperti itu. Kami juga kalau ada alat rusak, langsung segera diperbaiki,” jelasnya, Rabu (15/8/2018).
Dalam kesempatan ini juga, Rusdi menyampaikan maaf kepada seluruh pelanggan PDAM Tirta Lematang Cabang Pendopo akibat pelayanan yang kurang maksimal selama dua pekan terakhir.
“Perbaikan generator sudah dilakukan, Insya Allah sore ini aliran air PDAM bisa kembali normal mengairi ke pelanggan. Bagi yang belum, harap bersabar karena menunggu giliran,” tutupnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD PALI H. Darmadi Suhaimi, SH saat dihubungi mengatakan, pihak PDAM harusnya mempersiapkan segala sesuatu sebelum terjadinya kerusakan pada alatnya.
“Air adalah kebutuhan pokok warga, baik untuk minum, masak, mandi dan lainnya. Bila sudah 10 hari tidak hidup, ditambah saat ini musim kemarau, tentu warga akan marah dan kecewa. Makanya alat PDAM harus disiapkan cadangan agar pelayanan tetap maksimal,” ucap Sekretaris DPD PAN Kabupaten PALI itu.
Dirinya juga berharap, pemerintah harus segera mengambil langkah untuk memberikan solusi kepada warga. “Harusnya aset PDAM Tirta Lematang di Pendopo sudah diambil alih Pemkab. Karena, perusahaan daerah PT Tirta PALI Anugerah sudah terbentuk,” imbuhnya.
“Sebuah perusahaan BUMD yang dipersiapkan untuk mengelola dan mengambil alih aset PDAM. Makanya ini harus dimaksimalkan. Sehingga, tetap mampu memberikan pelayanan terhadap masyarakat,” tutupnya. (adj)











