Palembang, sumselupdate.com – Kasus demam berdarah dengue di 17 Kabupaten/ Kota di Sumatera Selatan belum ada yang berstatus kejadian luar biasa (KLB). Seperti diketahui selama 2019 ini pada Januari ditemukan 442 kasus dan Februari didapati 33 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nuraini mengungkapkan, jumlah kasus penderita DBD ini terbilang cukup tinggi.
“Sepanjang Januari hingga kini, warga Sumsel yang meninggal akibat DBD tersebar di empat daerah yakni Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ulu Selatan dan Lubuklinggau,” ungkap Lesty, rabu (12/2/2019).
Ia juga mengakui untuk kasus DBD yang terdata cukup banyak, bahkan dibandingkan year to year di bulan yang sama sangat meningkat. Dimana untuk Januari 2018 sebanyak 200 kasus DBD dan satu orang meninggal. Sedangkan Januari kemarin ada 442 kasus DBD dan tiga meninggal.
“Namun untuk di Sumsel belum menetapkan status kejadian luar biasa. Karena belum terjadi peningkatan kasus yang signifikan,” jelasnya.
Lebih lanjut Lesty menjelaskan, pada Januari lalu ditemukan adanya kasus DBD di OKU 1 kasus, OKI 20 kasus, Muara Enim 26 kasus, Lahat 9 kasus, Musi Rawas 29 kasus, Musi Banyuasin 22 kasus, Banyuasin 42 kasus, OKU Selatan 6 kasus, OKU Timur 63 kasus, Ogan Ilir 29 kasus, Empat Lawang 7 kasus, Palembang 101 kasus, Prabumulih 28 kasus, Pagaralam 18 kasus, Pali 21 kasus, Lubuklinggau 15 kasus dan Musi Rawas Utara 5 kasus.
Sementara pada Februari, sebaran kasus DBD ada di Muara Enim 8 kasus, Musi Rawas 3 kasus, Banyuasin 3 kasus, OKUS 1 kasus, OKUT 8 kasus, Ogan Ilir 6 kasus, Empat Lawang 1 kasus, Prabumulih 1 kasus, Pagaralam 1 kasus, Muratara 1 kasus.
“Untuk pencegahan kami sudah mengirim edaran ke Kabupaten/ Kota terkait mengantisipasi dan menangani DBD ini, yakni dengan membantu menyebarkan larvasida dan melakukan fogging,” jelasnya.
Pihak Dinas Kesehatam Sumsel juga mengimbau kepada masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat, dan melakukan konsultasi ke fasilitas pelayanan kesehatan jika ada gejala DBD. (adi)











