Warga Lahat Keluhkan Harga Isi Ulang Tabung Gas 3 Kilogram Kian Tak Terkendali  

Sabtu, 25 Juli 2020
Ilustrasi tabung gas 3 kg

Laporan: Novrico Saputra

Lahat, Sumselupdate.com – Masyarakat di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengeluhkan harga isi ulang tabung gas 3 kilogram yang kian tak terkendali.

Read More

Di sejumlah pangkalan harga isi tabung gas melon berkisar Rp25 ribu hingga Rp30 ribu. Padahal sesuai SK Bupati Lahat No 500/56/VII/2018 Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk isi tabung gas elpiji 3 kilogram sebesar Rp15.650.

Banjir keluhan dari warga diungkapkan Ketua YLKI Lahat Raya, Sanderson Syafe’i, ST, SH usai sosialisasi mengenai mekanisme pendistribusian gas elpiji 3 kilogram bersubsidi tepat sasaran di beberapa kelurahan dalam Kota Lahat, Jumat (24/7/2020).

Menurut Sanderson, banjir keluhan masyarakat atas harga isi tabung gas 3 kilogram di beberapa kecamatan, diterima pihaknya melalui media sosial baik melalui aplikasi WhatsApp, facebook, instgram, dan lainnya.

Sanderson menegaskan jika nanti keluhan warga ini terbukti di lapangan akan menindak tegas lembaga penyalur yang berada di bawah pengelolaan Pertamina yaitu Stasiun Pusat Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE), agen dan pangkalan LPG yang menyalahi aturan tersebut.

Ketua YLKI Lahat Raya, Sanderson Syafe’I saat melakukan sosialisasi mengenai mekanisme pendistribusian gas elpiji 3 kilogram bersubsidi tepat sasaran di beberapa kelurahan dalam Kota Lahat, Jumat (24/7/2020).

 

Nah, berkaitan masih banyaknya keluhan masyarakat, Sanderson mengatakan, sosialisasi mengenai mekanisme pendistribusian tabung elpiji 3 kilogram bersubsidi tepat sasaran, YLKI Lahat Raya menggandeng pemerintah desa dan kelurahan se-Kabupaten Lahat.

“Tabung ukuran 3 kilogram berwarna hijau merupakan barang bersubsidi yang pembiayaannya dibebankan kepada APBN. Lantaran produk bersubsidi, maka penyaluran, penggunaan, dan pengawasannya merupakan tanggung jawab bersama. Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No 26 Tahun 2009 tentang Penyaluran dan Pendistribusian LPG, bahwa fungsi pengawasan Pertamina sebagai badan usaha yang ditunjuk untuk menyalurkan LPG bersubsidi adalah mulai dari SPPBE, agen hingga pangkalan. Artinya titik poin terakhir pendistribusian adalah di pangkalan, bukan di pengecer,” tegas Sanderson.

Ditambahkan Sanderson, selain fokus HET, YLKI Lahat juga menekankan dalam penerapan Pepres No 104 Tahun 2007 yang berisikan bahwa tabung 3 kilogram bersubsidi hanya diperuntukkan bagi Rumah Tangga Miskin (RTM) dan Usaha Mikro.

Sedangkan untuk usaha kecil, menengah, dan atas serta masyarakat mampu dapat menggunakan tabung gas non subsidi yang saat ini telah tersedia di pasaran yaitu Bright Gas dengan ukuran 5,5 dan 12 kg.

“Dengan adanya kegiatan sosialisasi langsung ke masyarakat seperti ini, akan sangat membantu Pertamina untuk menyebarluaskan informasi mengenai transparansi penyaluran tabung gas 3 kilogram bersubsidi dan di mana letak 273 pangkalan elpiji resmi terdekat agar masyarakat dapat membeli sesuai HET dan langsung menerima pengaduan konsumen,” ujarnya.

Pihaknya akan terus berkoordinasi dan bersinergi kepada seluruh stake holder seperti Disperindag, Bagian SDA, camat, kades, lurah se-Kabupaten Lahat dan media untuk menyalurkan tabung gas 3 kilogram agar tepat sasaran.

“Tentunya kami juga memohon bantuan kepada para stake holder untuk bersama-sama mengawasi penyaluran LPG 3 kilogram ini sesuai Undang-undang yang berlaku,” kata Sanderson.

Ketua YLKI Lahat Raya, Sanderson Syafe’I saat melakukan sosialisasi mengenai mekanisme pendistribusian gas elpiji 3 kilogram bersubsidi tepat sasaran di beberapa kelurahan dalam Kota Lahat, Jumat (24/7/2020).

 

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Lahat, Syaifullah Aprianto, ST tak menapik jika di lapangan i masih ditemukan beberapa pengecer yang menjual isi ulang tabung gas 3 kilogram di atas HET.

Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat khususnya pengusaha restoran besar untuk tidak menggunakan tabung gas bersubsidi.

Terpisah, Lurah Bandar Jaya, Masmanto didampingi Sekretaris Lurah dan stafnya menyambut sosialisasi yang dilakukan Tim YLKI Lahat terhadap distribusi LPG 3 kilogram.

“Kita segera menurunkan tim untuk mendata keberadaan agen dan pangkalan di wilayah Bandar Jaya untuk mengecek kelengkapan dokumen perizinan dan kelengkapan unsur keselamatan di tempat usaha serta memantau harga apakah sesuai ketentuan pemerintah,” ujarnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts