Warga Harjowinangun OKU TImur Desak Kadus Mundur, Kenapa?

Selasa, 17 Maret 2020
Ilham Trisnanda (49) dan tiga rekannya

Martapura, Sumselupdate.com – Sebanyak 247 Warga dusun Banjarnegara RT 01/RW 02, Desa Harjowinangun Kecamatan Belitang, kompak ingin mengganti Kepala Dusun (Kadus) yang sekarang dengan kadus baru. Demikian diungkapkan salah seorang perwakilan warga setempat.

Ilham Trisnanda (49) dan ketiga rekannya menjadi kepanjangan tangan warga untuk melaporkan kadusnya kepada camat dan Kepala Desa Harjowinangun, namun ditolak dengan alasan tidak jelas. Padahal, menurutnya, warga dusun Banjarnegara tidak lagi menyetujui kinerja kardus sekarang, yang dinilai lamban dan tidak aktif mengurusi warga.

Read More

Menurut dia, semestinya selaku kadus dapat menjadi pemimpin bagi warga. Namun kadus sekarang beda, tidak ada siskamling, pembersihan lingkungan dan masalah prona juga tidak beres. Hal itulah warga masyarakat keberatan kadus sekarang sujatmoko(48) turun saja selaku kadus.

Bentuk dukungan warga dibuktikan dengan tanda-tangan sebanyak 247 orang warga.

“Kami selaku perwakilan warga berupaya melaporkan kadus lama melalui perwakilan saya, Suprapto, Suyitno dan Kurniawan yang dikuasakan oleh warga untuk meluruskan harapannya agar menjembatani kemauan warga agar segera terlaksana pergantian kadus yang baru dan cepat dilakukan oleh kecamatan maupun Desa,” ungkap Ilham.

Harapan warga setempat saat ini cuma satu yaitu, pemilihan kadus baru atau kadus lama segera mengundurkan diri. Mereka meminta Kades untuk segera turun tangan atas masalah ini. “Padahal sudah dilaporkan pada PJS kades, dan mereka menghimbau supaya warga untuk tetap tenang, dan secepatnya akan dilakukan pembinaan, akan tetapi sampai saat ini tidak berubah, kades sepertinya tidak respon dan terkesan tidak peduli atas permintaan warga,” katanya.

Ditanya penyebab keresahan warga terhadap Kadus. Ilham katakan sudah banyak kesalahan kadus. Pertama, warga sekarang menjadi resah kerena tidak nyaman, contoh kendaraan motor hilang yang tidak ada kejelasan. Kemudian kegiatan bersih-bersih lingkungan tidak aktif. Dengan warga kurang bertanggung jawab, tidak adanya perhatian pada masyarakat, dengan warga kurang mampu kurang bertanggung jawab dan terutama tugasnya sebagai kepala dusun tidak sesuai harapan masyakat banyak,” pungkas Ilham. (Mat)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts