Bandung, Sumselupdate.com – Heboh tuyul yang diikuti edaran selebaran di kawasan Kampung Cideupan RW 13, Kelurahan Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung menjadi perhatian polisi. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan jangan panik.
“Warga tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh adanya isu tersebut (Tuyul), karena harus dipastikan dulu apakah itu betul atau tidak, jadi tetap tenang lah,” imbau Kasubag Humas Polrestabes Bandung, Kompol Reny Marthaliana seperti dilansir detikcom, Rabu (10/8).
Menurut Reny, saat ini pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap Bhabinkamtibmas setempat untuk mengecek situasi dan kondisi di lokasi yang katanya ada tuyul sedang berkeliaran.
“Tadi sudah memerintahkan Bhabinkamtibmas di sana untuk mengecek lokasi, dan sekarang masih nunggu hasil laporannya, tunggu dulu yah,” kata dia.
Sebelumnya, masyarakat setempat sedang resah, lantaran uang yang disimpan tiba-tiba hilang sebagian. Warga yang kerap kehilang uang dengan jumlah nominal Rp 100 ribu tersebut menduga ulah tersebut dilakukan oleh tuyul.
Kepada detik.com, salah seorang warga RT02/RW13, Memed (56) mengaku sering kehilangan uang di rumahnya. Padahal uang tersebut tersimpan di lokasi-lokasi yang tidak diketahui oleh orang lain.
“Beberapa bulan lalu, saya simpen di bawah kasur Rp 570.000 buat bayar motor. Tiba-tiba berkurang Rp 100.000,” kata dia, Rabu (10/8).
Jauh sebelum kehilangan ini, Memed sudah mengalami peristiwa serupa dengan lokasi penyimpanan yang berbeda-beda, bila dihitung sudah mencapai Rp 400.000. Namun, yang membuat janggal, uang yang dicuri hanya sebagian sehingga diduga bukan ulah pencuri pada umumnya.
“Kalau sama orang biasa, enggak mungkin hilangnya cuma sedikit-sedikit, pasti semuanya diambil,” jelas pria penjual bakso ini.
Kejadian tak wajar juga dialami warga RT01/RW13, Inen (50). Ia mengaku kehilangan sebagian uangnya dalam keadaan distapler (hekter) di bawah tumpukan baju dalam lemari. “Saya juga bingung, soalnya hekternya (stapler.-Red) utuh. Uangnya padahal Rp 1.000.000, tapi yang ilang cuma Rp 100.000,” katanya.
Selama setahun terkahir, ujar Inen, sudah Rp 600.000 yang hilang di rumahnya. Kejadian tersebut terjadi beberapa kali di secara tiba-tiba.
Kesal dengan kondisi ini, warga setempat pun memasang selebaran kertas putih yang menempel di dinding gapura dan sejumlah rumah warga dengan tulisan ‘waspada tuyul berkeliaran’. Selembaran tersebut dipasang sejak kemarin (9/8) dan sengaja dipasang oleh warga sebagai tanda peringatan.
“Iya itu (selembaran) warga yang nempelin kemarin,” kata ketua RT01/RW13, Kusnandar.
Menurut Kusnandar, inisiatif warga itu muncul setelah rentetan peristiwa kehilangan uang dialami sejumlah warga dalam kurun satu tahun terakhir. Warga menduga kehilangan tersebut ulah makhluk yang sering diibaratkan bertubuh kecil dan botak.
Penempelan selebaran itu, ujarnya, sudah melalui izin aparat kewilayahan seperti RT dan RW. Tujuannya hanya untuk mengingatkan warga lainnya untuk lebih menjaga harta bendanya.
“Ini kan tujuannya baik, agar warga waspada saja. Ini kan cuma prasangka warga aja, soalnya belum pernah ada yang liat juga. Sebenarnya udah lama kehilangan-kehilangan ini, tapi dua minggu lalu ada yang ilang lagi,” ujar dia. (shn)











