Pagaralam, Sumselupdate.com – Wali Kota Pagaralam, Ludi Oliansyah, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pagaralam dalam mendukung pengelolaan energi terbarukan yang berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Ludi saat menghadiri Rapat Rekonsiliasi Perhitungan Persentase Daerah Penghasil dan Daerah Pengolah Panas Bumi Tahun 2026 yang digelar di Grand Ballroom Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Dalam kesempatan itu, Ludi hadir didampingi Ketua TP-PKK Hera Parianti Ludi dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Kehadiran Pemkot Pagaralam menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat peran sebagai salah satu penghasil energi bersih di Indonesia.
Kegiatan yang dibuka secara daring oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, tersebut diikuti oleh perwakilan dari berbagai daerah penghasil dan pengolah panas bumi di Tanah Air.
Agenda rapat membahas perhitungan persentase alokasi bagi daerah penghasil dan pengolah panas bumi untuk Tahun Anggaran 2026, serta pemanfaatan bonus produksi panas bumi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Wali Kota Pagaralam, Ludi Oliansyah, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penting bagi daerah untuk memastikan manfaat energi panas bumi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Panas bumi bukan sekadar sumber energi, tetapi juga potensi besar untuk mendorong kesejahteraan dan kemandirian daerah. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting agar pengelolaannya memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Ludi, dikutip dari akun resmi Pemkot Pagaralam.
Ia menambahkan, melalui rapat rekonsiliasi tersebut, Pagaralam berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam pengembangan energi terbarukan yang ramah lingkungan.
“Kami ingin memastikan potensi panas bumi di Pagar Alam dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kepentingan bersama, bukan hanya bagi pembangunan kota, tetapi juga untuk Indonesia yang lebih mandiri energi,” tambahnya.
Pemerintah Kota Pagaralam berharap hasil pertemuan tersebut dapat memperkuat koordinasi antar daerah penghasil dan pengolah panas bumi, sekaligus menjadi langkah nyata menuju masa depan energi yang berkelanjutan dan menyejahterakan.
(**)











