Wakil Ketua MPR: PPN Naik Pelaku UMKM Semakin Terjepit

Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan.

Jakarta, Sumselupdate.com – Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan mengingatkan Pemerintah untuk mengkaji kembali rencana menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Pasalnya, kebijakan kenaikan PPN dapat menghambat pertumbuhan ekonomi yang sedang bangkit setelah mendapatkan hantaman pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

Syarief  menilai, kenaikan PPN di atas 10% hanya akan memperkeruh suasana di masa Pandemi Covid-19.

“Sampai hari ini, Pandemi Covid-19 belum menunjukkan pelandaian yang signifikan, bahkan kurvanya cenderung naik turun. Dampaknya terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masih terasa hingga hari ini, “kata Syarief.

Menurut Syarief, kenaikan PPN  sangat merugikan masyarakat kecil, khususnya pelaku UMKM.

“Selama Pandemi Covid-19, banyak masyarakat kecil yang terkena PHK dan banyak juga pelaku UMKM yang beralih usaha sehingga perlu mendapatkan perhatian dari Pemerintah. Kenaikan PPN di atas 10% hanya  menyulitkan masyarakat kecil,” jelas Syarief.

Berdasarkan data dari Kementerian Tenaga Kerja, kata dia, jumlah pekerja yang terkena Pemutusan Harapan Kerja (PHK) akibat dampak Pandemi Covid-19 mencapai 3,05 juta orang sejak Maret 2020.

Angka ini turut menyumbang bertambahnya angka kemiskinan selama Pandemi Covid-19 yang dirilis oleh BPS RI mencapai 1,13 juta orang.

Dia menilai, daya beli masyarakat hari ini masih  rendah sehingga perlu didorong dan ditingkatkan oleh pemerintah.

“Dampak Pandemi Covid-19 yang paling kelihatan adalah rendahnya daya beli masyarakat yang menyebabkan stagnansi dan penurunan ekonomi sehingga perlu didorong lewat program-program relaksasi,” tuturnya.

Dikatakan, kenaikan PPN di atas 10% akan menimbulkan efek domino yang memberatkan perekonomian Indonesia.

“Daya beli masyarakat sekarang menurun. Lalu dengan kenaikan PPN, maka pembeli akan semakin berkurang. Kondisi ini akan berimbas pada industri dan akan berimbas pula pada pekerja di industri dan pabrik,” jelas Syarief.

Dia pun mendorong pemerintah  memikirkan kembali rencana menaikkan PPN tersebut.

“Pemerintah harus benar-benar jeli dalam mengambil kebijakan sehingga tidak semakin menyulitkan ekonomi nasional. Pemerintah harusnya menggiatkan kembali relaksasi pajak dan penguatan e-commerce yang terbukti menjadi angin segar bagi pelaku UMKM,” tuturnya.

Syarief menambahkan, pemerintah harus fokus memotong rantai penyebaran Covid-19 sembari memulihkan ekonomi nasional.

“Kita harus menyelesaikan hulu masalahnya yakni Covid-19 yang belum melandai hingga hari ini. Pemerintah harus lebih fokus pada persoalan tersebut, bukan menaikkan PPN yang malah semakin memberatkan,” papar Syarief. (duk)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.