Kulon Progo, sumselupdate.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi, menyatakan komitmen melakukan pengawasan yang ketat terhadap implementasi Kurikulum Merdeka Belajar.
Menurut Dede, ada tantangan yang harus diatasi, terutama memberikan akses pendidikan yang merata. Meskipun pemerintah berencana meluncurkan Kurikulum Merdeka Belajar sebagai kurikulum nasional, berbagai catatan terkait Kurikulum Merdeka Belajar harus menjadi perhatian serius.
“Kita akan mengawasi, dan akan mengawal terus. Jangan sampai Kurikulum Merdeka Belajar meninggalkan mereka yang belum sempat ikut. Saya rasa masih diperlukan perbaikan. Kita tahu pemerintahan ini bersisa 8 bulan, tentu harus kita kawal dengan baik dan harus lebih baik lagi,” ujar Dede Yusuf di Kulon Progo, Yogyakarta, Selasa (27/2/2024).
Menurut Dede, tidak semua sekolah memiliki kompetensi atau kemampuan mengikuti perubahan secara cepat. Hal ini menjadi alasan utama untuk memastikan pengawasan intensif agar tidak ada sekolah yang tertinggal ketika belum siap menjalankan kurikulum merdeka belajar.
“Kita harus fokus pada perbaikan agar tidak ada yang tertinggal. Pengawasan yang intensif dan kolaborasi dengan semua pihak akan menjadi kunci keberhasilan implementasi kurikulum ini,” jelasnya.
Baca juga : DPR RI Dorong Dibentuknya Komisi Perempuan di APA
Dede Yusuf juga menyoroti kendala guru penggerak yang menjalankan Kurikulum Merdeka Belajar, yaitu pendidikan pembelajaran secara online yang mungkin memakan waktu cukup lama sampai 15 hari. Padahal, kewajiban guru tetap mengajar dan tidak boleh meninggalkan ruang kelas.
Baca juga : Ketua BURT DPR RI Apresiasi Kinerja Sekjen DPR
“Harus dicari titik temu agar pembelajaran kursus untuk mengikuti Guru Penggerak enggak diborong 15 hari sekaligus tapi bisa dicicil, mungkin di Sabtu Minggu. Tapi kita harus diskusi lagi dengan Kemendikbudristek,” paparnya. (duk)











