Wakil Ketua Komisi X DPR: Kurikulum Merdeka Belajar Harus Jadi Perhatian Serius

Writer: - Rabu, 28 Februari 2024
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi.

Kulon Progo, sumselupdate.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi, menyatakan komitmen  melakukan pengawasan yang ketat terhadap implementasi Kurikulum Merdeka Belajar.

Menurut Dede, ada tantangan yang harus diatasi, terutama  memberikan akses pendidikan yang merata. Meskipun pemerintah berencana meluncurkan Kurikulum Merdeka Belajar sebagai kurikulum nasional, berbagai catatan terkait Kurikulum Merdeka Belajar harus menjadi perhatian serius.

Read More

“Kita akan mengawasi, dan akan mengawal terus. Jangan sampai Kurikulum Merdeka Belajar  meninggalkan mereka yang belum sempat ikut. Saya rasa masih diperlukan perbaikan. Kita tahu pemerintahan ini bersisa 8 bulan, tentu harus kita kawal dengan baik dan  harus lebih baik lagi,” ujar Dede Yusuf di Kulon Progo, Yogyakarta, Selasa (27/2/2024).

Menurut Dede, tidak semua sekolah memiliki kompetensi atau kemampuan  mengikuti perubahan  secara cepat. Hal ini menjadi alasan utama untuk  memastikan pengawasan intensif agar tidak ada sekolah yang tertinggal ketika belum siap menjalankan kurikulum merdeka belajar.

“Kita harus fokus pada perbaikan agar tidak ada yang tertinggal. Pengawasan yang intensif dan kolaborasi dengan semua pihak akan menjadi kunci keberhasilan implementasi kurikulum ini,” jelasnya.

Baca juga : DPR RI Dorong Dibentuknya Komisi Perempuan di APA

Dede Yusuf juga menyoroti kendala guru penggerak yang menjalankan Kurikulum Merdeka Belajar, yaitu pendidikan pembelajaran secara online yang mungkin memakan waktu cukup lama sampai 15 hari. Padahal,  kewajiban guru  tetap  mengajar dan tidak boleh meninggalkan ruang kelas.

Baca juga : Ketua  BURT DPR RI Apresiasi Kinerja Sekjen DPR

“Harus dicari titik temu agar pembelajaran kursus untuk mengikuti Guru Penggerak  enggak diborong 15 hari sekaligus tapi bisa dicicil, mungkin di Sabtu Minggu. Tapi kita harus diskusi lagi dengan Kemendikbudristek,” paparnya. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts