Blora, Sumselupdate.com — Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Achmad Hafisz Tohir menjelaskan, diplomasi adalah seni dan praktek bernegosiasi oleh seseorang diplomat yang biasa mewakili sebuah negara atau organisasi. Kata diplomasi smbiasanya langsung terkait dengan diplomasi internasional yang mengurus berbagai hal seperti budaya, ekonomi, dan perdagangan.
Hal tersebut diungkapkan Hafisz saat berdialog dengan perwakilan mahasiswa dalam acara BKSAP Day yang bertema ‘Penguatan Implementasi Diplomasi Parlemen Melalui Potensi Budaya Daerah’ di Gedung Bappeda Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu (26/8/2023).
Menurut Hafisz tujuan utama diplomasi adalah pengamanan kepentingan nasional suatu negara, jadi tujuan diplomasi yang baik dan efektif untuk menjamin keuntungan maksimum negara tersebut.
“Kepentingan yang utama adalah pemeliharaan perdamaian dan kesejahteraan rakyatnya. Sedangkan diplomasi budaya bagian dari diplomasi publik dengan cara memperkenalkan kebudayaan negara tertentu kepada negara lain untuk membangun rasa saling percaya dan saling kenal satu sama lain,”tutur Hafisz.
Politisi PAN ini menambahkan, diplomasi juga kerap ditujukan dalam kerangka kerja sama ekonomi berkaitan dengan pengelolaan hubungan luar negeri dalam bidang ekonomi yang mencakup kegiatan ekspor dan impor, pinjaman dan bantuan luar negeri, perdagangan intemasional dan investasi.
“Pengertian diplomasi secara umum urusan kepentingan negara melalui perantara wakil-wakil negara lain. Contoh diplomasi di Indonesia yaitu kebijakan perdagangan bebas di wilayah Asia Tenggara, melalui organisasi Association of Southeast Asian Nations (ASEAN),” tandas Anggota Komisi XI DPR RI ini.
Dia menambahkan pentingnya bagi mahasiswa dan perguruan tinggi, serta daerah untuk mengetahui fungsi diplomasi parlemen yang dimiliki DPR selain tiga fungsi utama lain.
Kedatangan BKSAP ke Blora sekaligus mensosialisasikan kepada generasi muda, mahasiswa, pihak kampus dan daerah, bahwa DPR memiliki satu fungsi lain yakni fungsi diplomasi parlemen, selain fungsi legislasi, pengawasan dan penganggaran.
“DPR RI dengan fungsi diplomasi bisa membantu menjembatani perguruan tinggi ataupun daerah untuk bekerjasama dengan negara lain. Karena, Kita (BKSAP) memiliki banyak group kerjasama bilateral dengan negara lain sehingga melalui BKSAP, kampus di daerah ini bisa membuka hubungan kerja sama dengan kampus di luar negeri. Misalnya lewat pertukaran mahasiswa, pemberian beasiswa,” tegas Politisi Dapil Sumatera Selatan I ini. (duk)











