Vaksin Merdeka Polres Muaraenim Sasar Anak TK

Jumat, 21 Januari 2022
Foto bersama usai vaksinasi untuk anak di TK Kemala Bhayangkari 08 Muaraenim

Laporan Endang Saputra

Muaraenim, Sumselupdate.com — Setelah vaksinasi Merdeka Polres Muaraenim menyasar siswa Sekolah Dasar (SD), kini vaksinasi Merdeka Polres Muaraenim mulai menyasar anak-anak 6-11 tahun yang duduk dibangku Taman Kanak-Kanak (TK) Salah satunya seperti yang dilaksanakan di TK Kemala Bhayangkari 08 Muaraenim, Jumat (21/1/2022).

Read More

Terpantau juga dalam kegiatan tersebut, Kapolres Muaraenim AKBP Aris Rusdiyanto bersama Ketua Bhayangkari Cabang Muaraenim Melani Aris meninjau langsung pelaksanaan Vaksin Merdeka di TK Kemala Bhayangkari 08 Muaraenim dan fasilitasnya.

Selain itu, turut untuk menghibur anak-anak TK, Polres Muaraenim mengerahkan dua badut Polisi dan memberikan makan dan minuman ringan serta balon bagi setiap anak yang selesai di vaksin. Bahkan Kapolres dan Ibu Bhayangkari menyanyi lagu anak bersama anak -anak TK sebelum pelaksanaan Vaksin Merdeka.

Kapolres Muaraenim AKBP Aris Rusdiyanto, mengatakan bahwa kegiatan Vaksin Merdeka Anak Go To School Polres Muaraenim kali ini, adalah untuk memberikan pelayanan vaksinasi kepada anak-anak TK yang telah berumur 6 tahun ke atas sesuai petunjuk pemerintah.

“Mudah-mudahan setelah di vaksin, akan tercipta anak yang sehat dan yang pasti bisa kembali belajar dengan tatap muka penuh,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kapolres memberikan apresiasinya kepada anak-anak dan orangtua begitu antusias dalam megikuti vaksinasi tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi sekali terhadap para orang tua begitu antusias melakukan vaksinasi kepada anaknya dan mudah-mudahan secepatnya tercipta herd immunity kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat belajar tetap muka secara langsung,” harapnya.

Sementara itu, Kepala TK Kemala Bhayangkari 08 Muaraenim Leli Maryani mengatakan bahwa dirinya sangat senang dengan kedatangan tim Polres Muaraenim yang bertujuan untuk memberikan vaksin terhadap siswanya.

“Mudah-mudahan setelah vaksin ini, anak-anak bisa kembali belajar seperti biasa,” pungkasnya.

Diketahui siswa yang ikut di vaksin berjumlah 37 orang tetapi yang divaksin hanya 16 orang, selebihnya karena sedang sakit, ada penyakit bawaan dari lahir sehingga ketika vaksin dikhawatirkan akan berbahaya bagi anak tersebut.(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts