Usai Tabrak Ayah dan Bayinya, Truk Seruduk Dua Rumah Warga di OKU Hingga Roboh

Sabtu, 30 November 2019
Petugas memeriksa dua rumah milik warga di Desa Singapura, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan yang roboh dan rusak diseruduk truk, Sabtu (30/11/2019).

Baturaja, Sumselupdate.com – Diduga sopir mengantuk, sebuah truk yang berisikan batu gunung menyeruduk dua rumah milik warga di Desa Singapura, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu (30/11/2019) sekitar pukul 06.00.

Akibat peristiwa lakalantas ini selain mengakibatkan rumah milik Sudirman roboh dan kediaman Bahrul rusak berat, juga membuat salah seorang warga bernama Cunliyah (23) dan bayinya bernama Renaldo yang berusia tujuh bulan mengalami luka lecet.

Read More

Peristiwa lakalantas ini membuat geger seisi desa. Pasalnya, Renaldo sempat terlempar tiga meter lebih dari gendongan ayahnya Cunliyah setelah keduanya diseruduk truk yang dikemudikan oleh Suwito.

Beruntung, kedua ayah dan anak ini selamat dari maut. Meski saat kejadian, Renaldo sempat terlempar dari gendongan ayahnya di berbatuan di sekitar lokasi kejadian.

Petugas memeriksa dua rumah milik warga di Desa Singapura, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan yang roboh dan rusak diseruduk truk, Sabtu (30/11/2019) pagi.

 

Kapolres OKU AKBP Tito Hutauruk, SIK, MH melalui Kapolsek Semidang Aji Iptu Bastari membenarkan peristiwa lakalantas tunggal ini.

Menurut dia, petugas yang dipimpin Kanit Lantas Polsek Semidang Aji Aiptu Eko Aris dan anggota sudah melakukan olah tempat kejadian perkara.

Polisi juga sudah mengamankan sopir untuk dimintai keterangan dan meminta pertanggungjawaban atas peristiwa ini.

Suwito, sopir truk naas saat ditemui di rumah  Kades Singapura, Herlikulis, SE menuturkan, saat kejadian dia sangat mengantuk.

Sehingga dia mengaku tidak menyadari mobil yang dikemudikannya sudah menabrak warga yang sedang menggendong bayi dan kemudian mobilnya menyeruduk dua rumah milik penduduk setempat.

“Aku tersadar saat mobil sudah berhenti setelah menabrak rumah,” ujarnya dengan muka pucat.

Menurut Suwito, saat malam kejadian dia tidak tidur dan belum istirahat.

Dia mengaku, setelah pulang dari mengantar barang ke Kota Prabumulih dia disuruh bosnya mengantar batu gunung ke PTBA di Kabupaten Muaraenim. Menurutnya ia mendapat upah Rp150 ribu dari mengantar muatan tersebut. (arm)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts