Baturaja, Sumselupdate.com – Pengisi stan dari umum pada pemeran Teknologi Tepat Guna (TTG) se-Sumatera Selatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang diselenggarakan Pemkab OKU – dalam hal ini Dinas PMD OKU, dipusatkan di halaman Gedung Olahraga (GOR), ternyata harus membayar untuk menempati tenda stan yang disediakan.
Hal itu terungkap saat Sumselupdate.com melakukan pantauan di lapangan, Kamis (26/7/2018).
“Ya kalau saya bayar sebesar Rp500 ribu, itu selama pelaksanaan TTG ini,” jelas Arif salah satu pengisi stan saat ditanya wartawan.
Arif mengaku pembayaran itu dilakukan secara langsung, baru bisa mengisi stan yang akan ditempati. Arif sendiri jualan pisau tradisional. “Kalau siang sepi, ini saja belum banyak yang laku. Kalau pisau dari luar semua, tidak ada dari OKU,” ucapnya.
Memang terlihat suasana pameran itu cukup sepi. Selain tingkat kunjungan warga yang masih minim, banyak kendaraan, khususnya roda dua hilir-mudik melewati area depan puluhan stan. Hal itu dikeluhkan pengunjung.
Misalnya Herbet, warga Sukajadi yang mengunjungi pameran. Dia menyayangkan hal itu. Menurut Herbet adanya kendaraan serta parkir sembarangan membuat tingkat keamanan dan kenyamanan terganggu.
“Sebenarnya pameran ini bagus, tapi coba lihat parkir dan adanya kendaraan masuk sangat membahayakan, saya hampir diserempet,” jelas Herbet.
Selain amburadul, kata Herbet lagi, pihak penyelengara juga kurang sosialisasi. Buktinya banyak masyarakat tidak tahu. Padahal sejatinya pameran ini ditujukan untuk masyarakat.
“Judulnya saja Teknologi Tepat Guna, tapi (kenyataannya) mana, harusnya masyarakat seperti di desa-desa, yang perlu dikasih informasi,” tegasnya. (wid)











